Loading...

Peternak Rakyat Menuntut Perhatian Pemerintah

11:03 WIB | Wednesday, 07-December-2016 | Ternak, Komoditi | Penulis : Ika Rahayu

Merasa posisinya makin termarjinalkan akibat munculnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tak pro mereka, peternak mandiri berskala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menggelar pertemuan akbar untuk meminta pemerintah lebih memperhatikan nasib mereka.

 

Perhelatan besar “Kongres Nasional Peternak Rakyat 2016” yang berlangsung di kawasan TMII Jakarta, belum lama ini (28/11), benar-benar bisa disebut sebagai panggungnya peternak rakyat karena ratusan pengurus dan anggota dari 17 organisasi peternak di dalam negeri bersatu padu sambung menyambung berorasi menyampaikan uneg-uneg mereka.

 

Pada pertemuan sehari itu sekaligus diresmikan pembentukan Dewan Peternakan Rakyat Nasional yang diharapkan ke depan bisa mewakili peternak rakyat tampil sebagai partner pemerintah dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan aktivitas budidaya peternakan di tanah air.

 

“Mengambil tema Merakyatkan Peternakan Rakyat, melalui kegiatan kongres ini kami menuntut perhatian pemerintah. Jangan biarkan peternak rakyat makin termarjinalkan,” kata Ketua Kongres Nasional Peternak Rakyat, Teguh Boediyana, saat membuka kegiatan kongres.

 

Diselenggarakannya kegiatan Kongres Nasional Peternak Rakyat, menurut Teguh merupakan puncak dari kegundahan yang dirasakan oleh para peternak mandiri. Mereka semakin merasakan termarjinalkan perannya, tergusurkan oleh aktivitas kapitalistik.

 

Dalam orasinya Ketua Umum Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN), Sigit Prabowo menjelaskan bahwa saat ini semua lini perunggasan dari hulu hingga hilir praktis dikuasai perusahaan terintegrasi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162