Loading...

Peternak Unggas Tuntut Perhatian Pemerintah

11:14 WIB | Thursday, 17-November-2016 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

Peternak unggas rakyat yang tergabung dalam Sekretaris Bersama Penyelamatan Peternak Rakyat dan Perunggasan Nasional menuntut perhatian pemerintah. Selama ini perhatian pemerintah terhadap nasib peternak unggas nilai sangat rendah.

 

“Rendahnya perhatian pemerintah samapi saat ini memaksa kami peternak Indonesia yang tergabung dalam Sekber mengadakan unjuk rasa,” kata Sekretaris Bersama Penyelamatan Peternak Rakyat dan Perunggasan Nasional, Kadma Wijaya saat orasi di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Kamis (17/11).

 

Setidaknya ada lima hal yang menjadi tuntutn peternak unggas. Pertama, turunkan harga day old chick (DOC). Kedua, turunkan harga pakan. Ketiga, harga ayam hidup dan telur di atas biaya pokok produksi peternak rakyat.

 

Keempat, lanjut Kadma, budidaya ayam broiler dan telur kembalikan ke peternak rakyat. Kelima, peternak rakyat menuntut segmentasi pasar ayam segar untuk peternak rakyat UMKM dan pasar modern beku bagi integrator (horeka beku dan ekspor).

 

Kadma mengatakan, perbandingan harga anak ayam saat ini sekitar Rp 6 ribu/ekor, sedangkan harga pakan Rp 6.800-7.800/kg. Harga tersebut terlalu tinggi dibandingkan harga ayam hidup di tingkat peternak yang hanya Rp 15 ribu/kg.

 

“Kondisi tersebut diperburuk dengan perlakuan perusahaan besar yang memasarkan produk ayam di pasar yang sama yaitu pasar-pasar tradisional,” katanya. Untuk itu lanjut Kadma, peternak rakyat mendesak pemerintah harus turun tangan menjawab jeritan peternak. Langkahnya yakni mengeluarkan kebijakan, baik Keputusan Presiden, peraturan pemerintah, peraturan menteri pertanian dan lain sebagainya. Yul

Editor : Ahmad Soim

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162