Loading...

Petugas IB yang Berkompeten Jaminan Keberhasilan Program SIWAB

14:04 WIB | Tuesday, 13-December-2016 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Suara Tani | Penulis : Ahmad Soim

Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program Sapi Betina Indukan Wajib Bunting (SIWAB) keberadaan petugas inseminasi buatan (IB) yang kompeten dan tersertifikasi sangat penting.

 

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melakukan akserasi pemenuhan kebutuhan tenaga IB yang diperlukan untuk suksesnya program SIWAB tersebut.

 

Kepala BPPSDMP Pending Dadih Permana mengatakan percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga IB yang profesional merupakan kebutuhan nasional.

 

Di penghujung tahun program 2016, BPPSDMP menyelenggarakan tiga acara secara paralel di Solo untuk mencukupi kebutuhan tenaga IB yang bersertifikasi. Ketiga kegiatan itu yakni: Konvensi Nasional RSKKNI Bidang Manajemen Agribisnis Pertanian, Rapat Koordinasi Program Upsus Siwab Provinsi Jambi dan  Forum Group Discussion (FGD) Akselerasi Sertifikasi Kompetensi Petugas Inseminasi Buatan (IB) Mendukung Program Upaya Khusus (Upsus) Sapi Indukan Betina Wajib Bunting (Siwab) 2017.

 

 “Menyadari akan pentingnya sumberdaya manusia atau tenaga kerja sektor pertanian yang kompeten dan berdaya saing, Kementerian Pertanian memandang perlu untuk mengembangkan sistem standardisasi dan sertifikasi profesi pertanian,” jelas Pending Dadih Permana.

 

Standar kompetensi kerja pada sektor pertanian lanjutnya seharusnya sudah merupakan tuntutan, agar profesionalisme SDM Pertanian memiliki daya saing terhadap peluang kerja, dan mendapat pengakuan dari masyarakat.  Untuk itu diperlukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

Kedudukan SKKNI sangat strategis dalam menjamin kualiatas tenaga kerja Indonesia.  SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan dan/atau keahlian, sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundan-undangan. Dengan posisi strategis tersebut, maka SKKNI dapat digunakan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan, lembaga sertifikasi dan perusahaan swasta sebagai acuan dalam pengembangan program dan kurikulum, rekrutmen  dan pengembangan karyawan, penilaian unjuk kerja maupun untuk pengembangan materi uji kompetensi dalam rangka sertifikasi.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162