Loading...

Pola Multiple Cropping Bawang Putih- Sayuran di Tegal Dongkrak Produksi

15:02 WIB | Wednesday, 30-May-2018 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Gesha

Panen Perdana Bawang putih dengan pola Multiple Cropping

Tanaman hortikultura telah menjadi bagian utama komoditas pertanian dari wilayah Tegal. Beragam sistem pertanaman sudah diaplikasikan oleh petani hortikultura disana. Terbaru, sistem multiple cropping bawang putih dengan sayuran pun terbukti mampu mendongkrak produksi hortikultura Tegal. 

 

Keberhasilan pola pertanaman ini terlihat saat kegiatan panen perdana di lahan seluas 67 hektare bawang putih dari PT Karunia Alam Segar dan PT Prakarsa Alam Segar bekerjasama dengan kelompok tani Berkah Tani. Lahan tersebut merupakan areal bawang putih yang wajib ditanam sebagai konsekuensi import bawang putih beberapa waktu silam. 

 

Acara panen perdana ini dihadiri 50 orang petani,  Manajemen PT Wings Group dan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal beserta jajarannya.  Panen bawang putih ini dilaksnakan di Desa Tuwel Tegal kaki Gunung Slamet, Rabu (30/5/2018).

 

Perwakilan Manajemen PT Wings Group, Stevanus Nathanail menuturkan pihaknya menanam bawang putih varietas sangga sembalun pola multilple cropping seluas 0.25 hektare dengan sayuran bawang (bawang daun) dan tomat. Hasilnya, diperoleh 12 ton basah per hektar bawang putih dan dilakukan pada umur tanaman mencapai 105 hari. "Hasil panen bawang putih ini akan dijadikan benih lagi dan akan ditanam pada musim berikutnya. Kami akan menanam lebih luas lagi," ujar Stevanus.

 

Stevanus menambahkan, pola multiple cropping ini tak hanya mampu mendongkrak produksi bawang putih lebih tinggi daripada pertanaman biasa. "Tetapi juga menguntungkan petani, karena petani bisa menghasilkan produksi bawang daun dan tomat. Hasilnya bagus,"jelasnya.

 

Salah satu penggiat bawang putih Tegal Ahmad Maufur dengan didampingi sesepuh masyarakat Tuwel, H. Khamdan dan H. Hakim menyampaikan rasa syukur karena panen saat ini bagus di musim yang masih ada hujan ini. "Alhamdulillah Panen saat ini sangat istimewa. Meski masih ada hujan, namun hasil panennya bagus, hingga 12 ton basah perhektare," ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Ir Khofifah MM berharap petani terus bersemangat dan berharap panen seterusnya juga bagus terus. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga berpesan kepada kelompok tani yang sudah menjadi percontohan nasional dalam hal penerapan Geotagging dan Registrasi lahan terus dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat lainnya. "Sosialisasi penerapan Geotagging dan Registrasi lahan harus terus dilakukan dan menjangkau Masyarakat lainnya karena sangat memudahkan pemantauan dan pengendalian pertanaman," tandasnya.

 

Di tempat terpisah Direktur Jenderal Hortikuktura, Dr Suwandi mengapresiasi langkah pelaku usaha yang telah merealisasikan wajib tanam dan menghasilkan produksi. "Bermitra dengan petani ini bagus dan menguntungkan kedua belah pihak.Saya berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk mengikuti keberhasilan panen bawang putih ini.  Kuncinya adalah tanam di lokasi yang sesuai dan menggunakan benih lokal atau benih impor yang direkomendasikan," tuturnya.

 

Suwandi menambahkan bahwa hingga sekarang, pemetaan sebaran lokasi tanam bawang putih sudah dilakukan di Lombok Timur dan segera menyusul di lokasi lain.  "Hasilnya secara online sudah bisa diakses di sig.pertanian.go.id/bawangputih/, "terangnya. (gsh)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162