Loading...

Polybag Kekinian, Limbah yang jadi Berkah

16:51 WIB | Friday, 14-September-2018 | Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Polybag Kekinian karya Kelompoktani Harmoni Desa Sukalarang Kabupaten Sukabumi (dok. Lely)

Generasi muda di era milenial dituntut untuk kreatif dan menghasilkan inovasi-inovasi agar tidak bergantung pada lapangan kerja yang sudah ada melainkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri. Salah satunya dengan membuat polybag kekinian dari olahan limbah.

 

Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Harmoni Desa Sukalarang Kabupaten Sukabumi.  Bermula dari kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan, mereka berhasil mengubah libah bekas tali pengikat kardus menjadi barang yang berguna.

 

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Sukalarang, Diat Sujatman, polybag kekinian ini dihasilkan tangan-tangan terampil anggota kelompoktani Harmoni yang merasa sayang untuk membuang limbah tersebut. Melalui kreativitasnya, mereka mengubah tali pengikat kardus menjadi pot berbentuk bakul dalam berbagai ukuran mulai dari ukuran 15 x 15 cm, 20 cm x 20 cm, 20 x 20 cm, 25 x 25 cm dan 30 x 30 cm.

 

“Dibanding polybag yang biasa kita pakai kekuatannya lebih tahan lama karena berbahan dasar plastik sehingga bisa tahan 2 – 3 tahun dan variasi warnanya lebih menarik,” ungkap Diat. 

 

Tidak sekedar untuk mempercantik halaman pekarangan sendiri, saat ini polybag menjadi sumber penghasilan tambahan bagi  para petani anggota kelompoktani.

 

"Mereka mampu membuktikan selain bertani secara on farm mereka telah mampu untuk menambah kemandirian kelompoktani sehingga kelas kemampuan kelompoknya bisa meningkat. Polybag kekinian telah dipasarkan secara langsung dan secara online melalui media sosial dibantu oleh para penyuluh setempat," tutup Diat. (lely)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162