Loading...

Presiden RI: Petani Harus Punya Organisasi yang Besar

18:49 WIB | Thursday, 07-June-2018 | Suara Tani | Penulis : Julianto

Presiden RI, Joko Widodo memotivasi petani untuk membuat organisasi besar

Presiden RI, Joko Widodo meminta petani membentuk organisasi yang lebih besar agar bisa bersaing di pasar bebas. Organisasi petani jangan sebatas kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

 

Permintaan orang nomor satu di Indonesia tersebut disampaikan saat meluncurkan Kewirausahaan dan Digitalisasi Pertanian di sentra pengolahan beras terpadu Sliyeg Indramayu, Kamis (7/6). "Petani tidak bisa jalan sendiri. Rakyat juga tidak bisa jalan sendiri. Rakyat, petani harus diorganisir. Petani memang sudah ada Poktan dan Gapoktan, itu penting. Tapi untuk menang bersaing tidak bisa kecil, petani harus punya organisasi yang besar," kata Jokowi.

 

Jokowi mencontohkan, perusahaan saja bisa besar dengan korporasi. Begitu juga dengan petani, Jokowi yakin, kalau petani bisa juga besar seperti perusahaan dengan berkorporasi. Namun demikian, menurut Jokowi harus ada syarat yang dipenuhi. Apa itu? "Petani harus berkumpul dalam organisasi yang besar seperti PT. Mitra BUMDES Bersama," katanya.

 

PT. Mitra BUMDES Bersama (MBB) merupakan perusahan hasil kolaborasi Gapoktan di Kecamatan Sliyeg dengan BUMDES yang merupakan perusahaan bentukan BUMN. Dengan kepemilikan saham 51% milik 7 BUMN dan 49% saham perkumpulan 14 Gapoktan di 14 desa Kecamatan Sliyeg. "Contoh ini yang saya akan ikuti dan lihat dalam enam bulan. Kalau berjalan baik, saya akan lakukan di seluruh Indonesia," katanya.

 

Jokowi mengakui bahwa keuntungan petani selama ini bukan dari kegiatan pra tanam dan tanam, tapi paling banyak keuntungannya dari pasca panen. Jadi kalau petani masih menjual gabah sampai kapanpun tidak ada peningkatan kesejahteraan. Untuk itu, ke depan petani harus menjual beras agar keuntunganya besar.

 

"Karena itu, dengan adanya PT MBB petani bisa menjual beras dalam kemasan agar harganya naik," ujarnya. Dengan adanya RMU modern yang dikelola PT MBB, rendeman gabah menjadi beras akan naik, tidak ada beras yang rusak, sehingga harga jual beras menjadi tinggi karena kualitasnya premium.

 

Bukan hanya itu, keuntungan lain dengan korporasi petani, bisa memotong mata rantai pemasaran yang selama ini melalui tengkulak. "Yang paling penting, walaupun Poktan/Gapoktan hanya memiliki 49% saham, keuntungan yang diberikan petani 80%," katanya.

 

Namun demikian, Presiden Jokowi mengingatkan, jika dalam waktu enam bulan petani tidak mendapat keuntungan, maka kegiatan usaha PT MBB diberhentikan. "Kalau petani tidak untung tutup saja, tapi kalau untung lanjutan," tegas Jokowi.

 

Sementara itu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berharap dengan adanya PT MBB dapat meningkatkan pendapatan petani. Apalagi petani nanti tidak lagi menjual gabah, tapi beras kualitas premium.

 

"Kalau menjual gabah hanya Rp 4.500/kg, tapi dengan menjual beras ada added valuenya, harga beras mencapai Rp 8.500-9000/kg. Paling tidak pndapatan petani bisa naik 10-20%," kata Amran di sela-sela mendampingi Presiden Jokowi. (Yul)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162