Loading...

Presiden RI: Terus Berkarya dan Menginspirasi Masyarakat

11:07 WIB | Wednesday, 07-December-2016 | Liputan Khusus | Penulis : Indarto

Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara 2016

 

Pemerintah kembali memberikan penghargaan kepada pejuang-pejuang pangan yang telah membantu mewujudkan kedaulatan pangan. Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara diberikan langsung Presiden RI, Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (30/11).

 

Penghargaan diberikan kepada figur yang dinilai berprestasi dalam pembangunan ketahanan pangan di Indonesia. Tahun ini diberikan kepada 73 penerima yang terdiri dari lima kategori. Yakni, Pelopor Ketahanan Pangan, Pemangku Ketahanan Pangan, Pelaku Pembangunan Ketahanan Pangan, Pelayanan Ketahanan Pangan dan Pembina Ketahanan Pangan.

 

Penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) terdiri dari berbagai lapisan masyarakat. Ada dari petani, kepala desa/lurah, bupati, gubernur, hingga peneliti. Penerima APN inilah nantinya akan menjadi pelopor dan inspirasi masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Namun penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara yang mendapat kesempatan bertemu langsung dengan Presiden hanya 15 peserta.

 

Pada kesempatan itu Presiden mengajak penerima penghargaan untuk terus berkarya dan menginspirasi masyarakat agar lebih produktif. Pemerintah mengakui peranan mereka dalam upaya memajukan sektor pangan nasional cukup besar.

 

“Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas peran saudara-saudara selama ini dalam memajukan sektor pangan di negara kita, Indonesia. Kiranya penghargaan yang juga diberikan bisa menambah motivasi dan bagi semua pemangku kepentingan bisa terus berkarya untuk negara kita,” kata Presiden saat sambutan penyerahan Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tahun 2016.

 

Meski sampai kini Indonesia masih mengimpor beberapa komoditas pangan, namun Presiden Jokowi yakin dengan upaya yang keras, harapan akan swasembada pangan akan terwujud. Kuncinya ialah niat dan kemauan yang kuat untuk melaksanakan perubahan. “Ini hanya masalah niat, mau atau tidak mau. Kalau niatnya kuat, kemauan kuat, rampung urusan-urusan seperti itu,” kata Presiden

 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman juga menilai, penerima penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara ini adalah pejuang-pejuang pertanian. “Para penerima penghargaan inilah yang berjuang dalam meningkatkan produksi sektor pangan strategis seperti padi, bawang, dan cabai,” katanya.

 

Amran berharap, penerima penghargaan menjadi contoh dan tauladan bagi masyarakat lainnya, khususnya petani. Dengan peran mereka, produksi padi tahun 2016 meningkat sehingga tak ada impor. Begitu juga bawang dan cabai juga tidak impor lagi. Untuk jagung memang Indonesia masih impor, tapi volumenya turun hingga 60%.

 

“Ke depan produksi jagung, padi, bawang, dan cabai akan lebih baik lagi, sehingga kita tak perlu impor. Pada tahun 2018 ditargetkan kita bisa swasembada jagung,” kata Amran.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162