Loading...

PT. ADVANSIA INDOTANI RE LAUNCHING VALACOR 35 WG DI INDONESIA

14:30 WIB | Wednesday, 22-March-2017 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Formulasi Baru yang Disempurnakan

 

Dalam rangka mendukung program pemerintah swasembada pajale tahun 2017 dan memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia, PT Advansia Indotani terus melakukan inovasi untuk menye­lesaikan permasalahan petani dalam budidaya tanaman.

 

Kendala hama dan penyakit yang sulit dikendalikan dialami petani sudah bisa ditanggulangi dengan inovasi yang dilakukan dengan menyediakan Paket Advansia Tanaman Padi dan Paket Advansia Tanaman Horti.

 

Terobosan terbaru PT Advansia Indotani yaitu dengan melakukan re launching produk baru Valacor 35 WG untuk melengkapi paket Advansia.

 

Ir. Edin Saefudin MM, selaku Campaign Manager Valacor 35 WG, mengatakan bahwa dengan adanya re launching produk ini akan membantu petani menggunakan produk tersebut dengan formulasi baru yang disempurnakan.

 

Ivan Febriana selaku Technical Executif menambahkan bahwa Valacor 35 WG merupakan insektisida racun perut dan kontak yang bekerja secara translaminar.

 

Dengan bahan aktif Chloran­traniliprole 35%, merupa­kan formulasi baru tertinggi yang pernah ada di kelasnya. Sasaran­nya adalah hama untuk tanaman padi antara lain hama penggerek batang (sundep, beluk) dan hama ulat penggulung daun dengan konsentrasi 10 g/ tangki 15 L. Adapun untuk tanaman horti sasarannya adalah  Lepidoptera  yaitu hama ulat grayak, ulat penggerek polong, ulat plutella dan ulat crop kubis, dengan konsentrasi 10-20 g/ tangki 15 L. Keunggulan Valacor 35 WG formulasi terbaru ini dengan mudah dapat larut dengan air, sehingga  akan memudahkan aplikasi untuk petani.

 

Beberapa kegiatan re launching Valacor 35 WG yang sudah dilakukan antara lain di desa Pumpungan, Kalitidu, Bojonegoro.

 

Di desa ini, petani padi yang sudah di demplot Valacor 35 WG sangat terkesan dengan hasilnya, tanaman padi sehat, hama penggerek batang dan penggulung daun dapat diatasi dengan mudah. Didik Sugianto selaku Commercial executive wilayah Jatim Barat mengatakan bahwa respon petani setempat sangat antusias dengan produk Valacor 35 WG karena praktis dengan 1 sachet 10 g, untuk tangki 15 L.

 

Di tempat lain, Bapak Asep, petani bawang merah di Cigadog, Sucinaraja mengatakan bahwa Valacor 35 WG cocok untuk tanaman bawang.  Ulat grayak yang ada bisa dikendalikan dengan hanya 10 g per tangki 15 L. Di Brebes sebagai daerah utama penghasil bawang merah juga dilakukan re launching produk ini yaitu di kecamatan Larangan brebes. Wakhidin selaku Commercial Executif Jawa Tengah bagian Utara mengatakan bahwa respon petani dengan demplot Valacor 35 WG sangat bagus untuk mengendalikan ulat grayak.  Adapaun untuk mendapatkan hasil pengendalian secara  tuntas Valacor 35 WG bisa dicampur dengan Abenz 22 EC.

 

Petani dan kios di Luwu Sulawesi Selatan juga antusias mengikuti re launching Valacor 35 WG, mereka banyak yang tertarik membeli dan mencoba untuk tanaman  padinya. Tak ketinggalan juga petani bawang merah di Enrekang, Sulawesi Selatan yang ikut  tertarik mencoba produk baru ini.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162