Loading...

Pupuk Berimbang untuk Lahan Kita

09:40 WIB | Monday, 26-September-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Sudah tentu kita mengetahui bahwa penting untuk melakukan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pengelolaan tanah.

 

Sumber daya lahan Indonesia terus menciut akibat konversi dan degradasi yang disebabkan oleh sistem pengelolaan yang tidak baik. Berdasarkan perkiraan sementara dengan mempertimbangkan laju konversi lahan, tahun 2045 akan diperlukan tambahan lahan sekitar 14,9 juta hektar, terdiri dari 4,9 juta hektar sawah, 8,7 juta hektar lahan kering, dan 1,2 juta hektar lahan rawa.

 

Hasil penelitian Balai Penelitian Tanah Bogor juga diperoleh fakta bahwa sebagian besar lahan sawah di Indonesia telah mengalami penurunan kesuburan. 73% lahan pertanian Indonesia kandungan bahan organiknya rendah (antara 0,6-2%), 23% sedang (bahan organik tanah 2-3%), dan hanya 4% dari seluruh luasan lahan yang tergolong memiliki bahan organik tinggi (lebih 4%).

 

Melihat ini, setidaknya ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk merealisasikan swasembada pangan yaitu intensifikasi di lahan pertanian eksisting, perluasan lahan, dan pengendalian konversi lahan pertanian, termasuk perbaikan sistem pemupukan menuju pemupukan berimbang.

 

Salah satunya dari 3 hal tersebut di atas adalah bagaimana optimalisasi pengelolaan tanah untuk menjaga kesuburan tanah dengan menerapkan pola pemupukan berimbang.  

 

Perlu diingat, memang kita harus bisa memenuhi target peningkatan produksi tanaman pangan. Namun, di sisi lain kesuburan tanah juga harus diperhatikan agar produksi bisa terus meningkat dan berkelanjutan. Salah satunya dengan pemupukan berimbang antara anorganik, organik dan hayati.

 

Saya sangat menyarankan untuk para petani agar menghapus kebiasaan memupuk tanpa takaran yang jelas. Perlu ditanamkan kepada para petani kita bahwa semakin sedikitnya organisme di dalam tanah, kesuburan tanah pun semakin berkurang. Dan hal ini akan memungkinkan tanaman lebih rentan terkena penyakit karena kekurangan asupan unsur hara.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162