Loading...

Pupuk Organik Cair Banyak Untungnya

10:34 WIB | Thursday, 29-December-2016 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Kontributor

Sudah lebih dua tahun Safrin dan kawan-kawan mengaplikasikan pupuk organik cair buatan sendiri di lahan percontohan BPP. Hasilnyapun sangat memuaskan. Bahkan dari pengalaman Safrin, penggunaan pupuk organik cair juga mampu menekan pertumbuhan hama dan penyakit, sehingga tanaman terlihat sehat dan subur.

 

Safrin Zailani, Koordinator Penyuluh BPP Linge mengatakan, banyak keuntungan menggunakan pupuk organik cair. Pertama, membuat tanaman lebih resistan terhadap pengaruh cuaca ekstrim. Kedua, karena kandungan haranya cukup lengkap, pupuk organik cair ini bisa digunakan sebagai pupuk dasar maupun pupuk susulan.

 

Penggunaan pupuk organik cair ini juga lebih hemat. Satu drum berisi 200 liter pupuk cair, dapat diaplikasikan pada 6.000 batang tanaman cabai atau tomat, satu hektar tanaman kacang merah atau setengah hektar tanaman kentang. “Kalau menggunakan pupuk organik padat, bisa menghabiskan 2 - 3 ton,” ujarnya.

 

Setelah yakin pupuk organik cair, benar-benar efektif diaplikasikan pada tanaman hortikultura, Safrin mulai memperkenalkan ke petani yang ada di wilayah binaannya. Baik melalui kunjungan maupun pelatihan atau kursus tani. Seperti dipraktekkan dalam pelatihan petani di Kawasan Peternakan Terpadu Ketapang, Kecamatan Linge.

 

Safrin mengatakan, pembuatan pupuk organik cair tidak akan memberatkan petani. Pasalnya, untuk membuat pupuk organik cair sebanyak 200 liter, hanya perlu biaya sekitar Rp 100 ribu. Artinya untuk tiap liter pupuk organik cair, hanya perlu biaya Rp 500. “Tentu ini jauh lebih murah dibandingkan menggunakan pupuk kimia atau pupuk cair buatan pabrik yang harganya tidak kurang dari Rp 20 ribu sampai 30 ribu/liter,” kata Safrin.

 

Penghematan biaya pupuk menurut Safrin akan berdampak pada penghematan biaya produksi atau pengeluaran petani dan akhirnya pendapatan petani dari usaha tani juga bertambah. Jika petani masih menggunakan pupuk kimia, menurut Safrin, sifatnya hanya sebagai pelengkap atau stimulan, dan jumlahnya tidak banyak.

 

Dengan berbagai keuntungan penggunaan pupuk cair menjadi pertimbangan Safrin untuk terus mensosialisasikan dan mengajari petani membuat pupuk organik sendiri. Apalagi potensi bahan baku membuat pupuk organik cukup melimpah di Kecamatan Linge yang merupakan kawasan peternakan. Begitu juga bahan limbah pertanian lainnya, cukup mudah didapatkan dengan biaya yang sangat murah.

 

Safrin berharap, dengan mengembangkan pupuk organik cair ketersediaan sarana produksi itu bukan lagi menjadi masalah yang dikeluhkan petani. Fathan MT/Yul/Ditjen PSP

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162