Loading...

Raih Gelar Profesor, Mantan Dirjen Tawarkan Konsep PTT era Baru

10:58 WIB | Wednesday, 11-April-2018 | Pangan, Komoditi | Penulis : Gesha

Pemerintah berupaya menggenjot produksi pangan melalui program Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale). Dalam program itu menggunakan sistem pertanian Pengelolaan Tanam Terpadu (PTT).

 

Dengan perubahan zaman,  PTT perlu adanya reinovasi  agar bisa melawan tantangan pertanian. Bentuk reinovasi PTT tersebut adalah Sistem Pertanian Presisi dan Terpadu yang diteliti Prof (Riset) Hasil Sembiring.

 

Dalam pendekatan PTT berbasis teknologi, usaha tani menerapkan pengelolaan lahan, air, tanaman dan pengendalian organisme pengganggu tanaman. Selain itu, menonjolkan adanya sinergi antar komponen teknologi dengan sumber daya tanah, air, dan lingkungan. 

 

“Titik ungkit reorientasi dan transformasi PTT sebagai basis sistem pertanian presisi adalah refocusing komponen teknologi, dan dukungan teknologi informasi dalam sistem diseminasinya,” kata mantan Dirjen Tanaman Pangan itu.

 

Hasil yakin, reinovasi PTT berbasis konservasi sumberdaya tanah dan air yang dicirikan dengan sistem pertanian presisi diyakini mampu menjawab tantangan mempertahankan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional secara berkelanjutan. Bahkan menjadikan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia. 

 

“PTT pola baru tidak saja berorientasi pada peningkatkan produktivitas, tapi juga bermuara pada peningkatan pendapatan petani,” kata Hasil yang mendapatkan gelar Professor (Riset) Bidang Ilmu Tanah, Agroklimatologi dan Hidrologi, Hasil Sembiring saat Orasi Pengukuhan Professor Riset di Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu, Senin (9/4).

 

Pola PTT Presisi ini juga lanjut Hasil, sejalan dengan  pengembangan korporasi di lahan petani. Bahkan konsep reinovasi PTT ini akan menjadi dasar pengembangan UPSUS Pajale 2018-2019. "PTT telah mengalami berbagai dinamika dan perbaikan untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Mulai dari inisiasi hingga pengembangan Sekolah Lapang dan Gerakan Percepatan PTT," jelasnya.

 

Lalu, apa bedanya Sistem Pertanian Presisi Terpadu dengan PTT yang sudah ada? Hasil Sembiring menjelaskan, sistem tersebut merupakan sistem pengelolaan pertanian berbasis keragaman spasial dan temporal di dalam tanah untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas serta profitabilitas produksi pertanian dan meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.

 

Jadi PTT yang semula berbasis komoditas ditujukan pada peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi input berkembang menuju sistem pertanian presisi dalam pola tanam setahun dengan reorientasi peningkatan produktivitas lahan, daya saing, perbaikan kesuburan tanah yang ramah lingkungan berbasis konservasi. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162