Loading...

Ramai-ramai Tanam Cabai

16:22 WIB | Tuesday, 14-March-2017 | Hortikultura, Komoditi | Penulis : Julianto

Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Mohammad Mahfud As\\\\\\\'at SIP; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Hilmy Riva\\\\\\\'I, M.Pd., dan Camat Kecamatan Parungkuda Drs. H. Aep Syaefullah, M.Si dan Kepala Balittri, Syafaruddin Deden foto bersama saat penyerahan bantuan bibit cabai

Lonjakan harga cabai di tanah air menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi akibatnya bisa memicu laju inflasi. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Pertanian mencanangkan program Gerakan Tanam (Gertam) Cabai Nasional dengan target penanaman sebanyak 50 juta polybag.

 

Sebagai realisasinya sebanyak 10 juta polybag benih cabai akan dibagikan kepada kaum ibu. Dengan gerakan tersebut pemerintah berharap dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan cabai.

 

Sebagai tindak lanjut program pemerintah, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri), Pakuwon, Sukabumi mengajak tiga instansi untuk ramai-ramai bertanam cabai. Kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat bisa menyediakan cabai sendiri dari pekarangan rumah, sehingga tidak tergantung dari pasokan di pasar.

 

Ketiga instansi itu yakni Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi dan Camat Kecamatan Parungkuda. Kerjasama penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) penanaman cabai tersebut dilakukan di Kantor Balittri, Pakuwon pada Senin (13/3).

 

Hadir dalam MoU itu yakni Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Mohammad Mahfud As'at SIP; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Hilmy Riva'I, M.Pd., dan Camat Kecamatan Parungkuda Drs. H. Aep Syaefullah, M.Si.

 

Kepala Balittri, Syafaruddin Deden mengatakan, tujuan penandatanganan nota kesepahaman ini untuk menggerakkan kaum ibu bertanam cabai di lahan pekarangan di wilayah kerja masing-masing secara bersama-sama. Tahun ini pihaknya mendapat target menyebarkan benih cabai sebanyak 10 ribu polybag. Tapi Balittri menyiapkan sebanyak 20 ribu polybag.

 

Dari jumlah itu nantinya 15 ribu polybag diberikan ke mitra yakni Kodim, Kantor Kementerian Agama Sukabumi dan Kecamatan Parungkuda masing-masing 5 ribu polybag. “Sisanya 5 ribu polybag untuk antisipasi kalau ada tanaman yang tidak tumbuh,” kata Deden usai penyerahan secara simbolik benih cabai kepada mitra.

 

Untuk memantau perkembangan pertanaman cabai yang telah disebar tersebut, Deden mengatakan, pihaknya menyiapkan tim khusus untuk melihat ke lapangan. Nantinya hasil pertanaman akan dievaluasi dan dilaporkan ke pusat.

 

Ketahanan Pangan

 

Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi Mohammad Mahfud As'at  mengatakan, pihaknya menilai pengembangan pertanaman cabai menjadi salah satu usaha menjaga ketahanan pangan nasional. Sebab ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan negara. “Kami siap melaksanakan pendampingn gerakan tanam cabai ini. Kami berharap gerakan ini bermanfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok wilayah Sukabumi,” ujarnya.

 

Karena dalam bentuk polybag, Kodim Sukabumi ini berharap, penanaman cabai bukan hanya masyarakat yang ada di desa, tapi juga masyarakat perkotaan yang lahannya terbatas. Jika satu rumah ada 5-10 tanaman cabai dalam polybag sudah bisa memenuhi kebutuhan harian rumah tangga.

 

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Hilmy Riva'I, M.Pd. mengatakan, pihaknya akan menyebarkan polybag tanaman cabai ke pesantren-pesantren. “Kita akan berikan ke pesantren yang sudah siap lahan dan sumberdaya manusianya. Karena kita ingin, bukan hanya sekedar ditanam tapi juga tumbuh dengan baik,” ujarnya.

 

Camat Kecamatan Parungkuda Drs. H. Aep Syaefullah, M.Si juga menegaskan, potensi lahan di Kecamatan Parung Kuda cukup luas, sehingga sangat memungkinkan untuk pengembangan tanaman cabai. Ada delapan desa yang bisa dikembangkan untuk budidaya cabai, terutama di pekarangan rumah. “Kita nanti akan sebarkan melalui ibu-ibu PKK. Tapi saya ingatkan kepada ibu-ibu PKK harus serius, bukan sekadar ditanam tapi juga harus menghasilkan,” ujarnya. Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162