Loading...

Refleksi Tahun 2016, Ketahanan Pangan Tetap Terjaga

10:40 WIB | Thursday, 29-December-2016 | Komoditi, Pangan | Penulis : Julianto

Tahun 2016 sudah berada penghujung waktu. Berbagai pencapaian dalam peningkatan produksi pangan menunjukkan ketahanan pangan nasional cukup stabil. Meski dalam dua tahun terakhir bangsa Indonesia menghadapi perubahan iklim cukup ekstrim, El-Nino dan La-Nina.

 

Indikasi keberhasilan tersebut terlihat dari pasokan pangan yang cukup stabil dengan produksi pangan (utamanya beras) pada tahun 2015 naik sebesar 6,64% dan pada tahun 2016 naik 4,97%, meski mengalami kondisi ekstrim El Nino dan La-Nina. Selama dua tahun produksi naik sebanyak 8,3 juta ton atau setara dengan Rp 38,5 triliun.

 

Berdasarkan Angka Ramalan II BPS dan Kementerian Pertanian, produksi padi tahun 2016 sebanyak 79,14 juta ton gabah kering giling (GKG) meningkat 3,74 juta ton atau 4,97% dibandingkan tahun 2015.  Dengan pencapaian produksi tersebut, Kementerian Pertanian pun tidak mengeluarkan rekomendasi dan perijinan impor beras.

 

“Ini pertama kalinya selama 71 tahun Indonesia belum pernah terjadi, paceklik tidak terjadi di Desember. Biasanya harga-harga tinggi di Desember, sekarang harga turun, beras turun, bawang juga demikian,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

 

Tren Positif

 

Produksi jagung juga mengalami kenaikan. Pada 2016, produksi komoditi yang menjadi nomor dua setelah padi ini diperkirakan sebanyak 23,16 juta ton, naik 18,11%  atau sekitar 3,56 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Angka impor untuk komoditas jagung pun juga berkurang 60 persen.

 

Direktur Budidaya Serealia, Nandang Sunandar mengatakan, peningkatan produksi paling tinggi terjadi di Jawa Barat yang naik sebanyak 574.679 ton. Peningkatan tinggi juga terjadi di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

 

Menurut Nandang, peningkatan tersebut terjadi karena dua sebab. Pertama, penambahan luas tanam yang membuat luas panen meningkat 15,77%. Kedua, peningkatan produktivitas sebanyak 2,03%. Interaksi keduanya ini yang mampu meningkatkan produksi hingga 18,11% tersebut. “Hasil ini mampu menurunkan impor 60% dari tahun sebelumnya,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162