Loading...

Renovasi Rumah Petani di Mojokerto, Monsanto Raih Penghargaan dari Habitat for Humanity

11:17 WIB | Monday, 12-June-2017 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Kondisi rumah yang layak huni menjadi mimpi sebagian besar masyarakat, tak terkecuali para petani. Namun faktor ketiadaan biaya sering menjadi kendala utama. Tantangan tersebut dijawab oleh Monsanto Indonesia, bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia, sebuah organisasi nirlaba yang memberikan perhatian khusus bagi pembangunan rumah layak huni dan berbagai fasilitas penunjang kesehatan masyarakat.

 

Didirikan tahun 1997, Habitat for Humanity Indonesia pada 30 Mei belum lama ini memperingati dua dasa­warsa usianya dengan menyelenggarakan Gala Dinner and Appreciation Night di Jakarta. Mengusung tema “Everything Starts at Home”, Habitat for Humanity Indonesia menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) Dr. Tererai Trent.

 

Chairman Habitat for Humanity Indonesia, Rene Widjaja yang memberikan sambutan pada acara ini memaparkan keber­hasilan organisasi yang dipimpinnya selama 20 tahun. Program-program yang telah dilaksanakan yaitu pembangunan rumah layak huni bagi 50.000 keluarga, serta bantuan-bantuan berupa pembangunan berbagai infrastruktur pada daerah ter­dampak bencana alam tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Habitat for Humanity Indonesia pun mengkampanyekan “ I Build My Indonesia”.

 

Hadir dan juga memberikan sambutan pada acara ini yaitu Rick Hathaway, Area Vice President Habitat for Humanity Asia – Pacific, Jimmy Masrin, Member International Board of Directors Habitat for Humanity International, dan Edwin Soeryadjaya, CEO Build Champion/Ambassador Habitat for Humanity Indonesia.

 

Para pembicara memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Habitat for Humanity Indonesia beserta para mitra kerjanya atas dedikasi dan kerja keras selama 20 tahun mewujudkan mimpi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga dapat menikmati kehidupan yang lebih baik.

 

Kisah Inspiratif Tererai Trent

 

Pembicara kunci, Dr Tererai Trent memberikan inspi­rasi  kepada hadirin dengan men­ceritakan sepenggal kisah hidup­nya. Terlahir dari keluarga miskin di sebuah desa di Zimbabwe, Afrika, Tererai kecil serta anak-anak perempuan di desanya mengalami diskriminasi pendidikan. Sekolah hanya untuk anak laki-laki, perempuan dilarang. Tererai menarik perhatian guru sekolah kakak laki-lakinya karena lebih pintar dalam mengerjakan tugas sekolah daripada kakaknya. Guru tersebut meminta agar Tererai dapat bersekolah, namun orang tuanya menolak. Bahkan Tererai dinikahkan pada usia belia. Pada usia 18 tahun dia telah menjadi ibu dari tiga orang anak.

 

Pada suatu hari, datang seorang relawan dari Amerika ke desanya. Tererai mengungkapkan bahwa dirinya ingin bersekolah di Amerika untuk mendapat gelar Master dan Doctor. Relawan tersebut memberikan semangat untuknya. Namun sayang, suaminya tidak mendukung, bah­kan memukulnya.

 

Tekad yang besar untuk mengubah hidupnya pun mem­bawanya pindah ke Oklahoma, Amerika. Di sana Tererai sekeluarga dibantu oleh Habitat for Humanity Amerika dan beberapa donatur. Berkat kerja kerasnya dia pun melanjutkan pendidikan sehingga mampu meraih gelar sarjana di bidang pertanian, kemudian berlanjut ke jenjang Master dan Doctor. Tererai menikah lagi dengan Mark Trent, seorang ahli tanaman dari universitas Oklahoma, setelah   suami pertamanya dideportasi ke Zimbabwe karena kasus kekerasan.

 

Perjuangan Tererai berlanjut dengan memberikan perhatian pada penderita HIV/AIDS, men­dirikan sekolah, dan aktif menyuarakan pemberdayaan perem­­puan di berbagai forum internasional. Tererai sering di­undang pada acara talkshow bergengsi Oprah Winfrey Show. Tererai kini mendirikan yayasan “Tererai Trent International Foundation”.n

 

Penghargaan untuk Monsanto

 

Habitat for Humanity Indo­nesia memberikan peng­hargaan dengan berbagai kate­gori. Monsanto Indonesia, menerima peng­hargaan sebagai Leadership Builder. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rene Widjaja kepada Ganesh Pamugar Satyagraha, President Director Monsanto Indonesia. Selain kategori Leadership Builder, Habitat for Humanity juga menganugerahkan peng­harga­an kategori Nation Builder, Out­standing Volunteer, dan Outstanding Contributor kepada bebe­rapa perusahaan dan individu yang membantu program-program Habitat for Humanity.

 

“Tidak mudah awalnya meng­­gerakkan banyak orang untuk membantu mengentaskan kemiskinan melalui pem­bangunan rumah. Kami ber­syukur kini semakin banyak per­usahaan dan individu yang mau ber­partisipasi,” kata Rene Widjaja ketika ditemui Sinar Tani di sela-sela acara.

 

Lebih lanjut Rene Widjaja mengatakan bahwa target organisasinya sampai tahun 2020 akan mampu membantu 100.000 keluarga di berbagai wilayah Indonesia, atau setara dengan 250.000 orang. Kriteria penerima bantuan adalah masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah tidak layak huni, atau suatu komunitas masyarakat yang minim dari sisi ketersediaan akses air bersih, fasilitas kesehatan dan pendidikan.

 

Pihaknya sangat terbuka menjalin kerjasama dengan siapa­pun di daerah mana pun, seperti kerjasama yang dilakukan dengan Monsanto Indonesia pada tahun 2014 – 2016 di Mojokerto. Rene Widjaja sangat mengapresiasi Monsanto dalam hal ini, dan berharap ada keberlanjutan di masa mendatang.n

 

Program WASH, CSR Monsanto untuk Petani

 

Kondisi mem­pri­hatin­kan dialami oleh masyarakat di desa Mojorejo dan desa Bendung, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur sekitar 5 tahun yang lalu. Dari jumlah lebih dari 3000 keluarga, terdapat 1350 keluarga dengan kategori berpenghasilan rendah. Profesi mereka sebagian besar adalah petani dan peternak.

 

Rumah mereka banyak yang sudah tidak layak huni, seperti bocor bila turun hujan, bahkan ada yang hampir roboh. Sanitasi di lingkungan mereka juga tidak layak, yaitu tidak ada toilet, tidak ada pengelolaan limbah kotoran ternak, dan tidak ada akses air bersih, hanya mengandalkan sumur seadanya. Belum lagi masalah sekolah yang kondisi bangunannya rusak, tidak ada fasilitas klinik kesehatan, serta termasuk daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor.

 

Sebagai bentuk kepedulian Monsanto kepada para petani, melalui program CSR-nya (Corporate Social Responsibility) meluncurkan program WASH (Water Sanitation and Hygiene Program) tahun 2014. Program tersebut berlangsung selama 3 (tiga) tahun sampai 2016.

 

Bekerjasama dengan Habitat for Humanity Indonesia, Monsanto berhasil mewujudkan :

 

Akses air bersih untuk 300 rumah tangga petani

 

Renovasi rumah untuk 200 keluarga berpenghasilan rendah

 

Toilet untuk 100 keluarga

 

Renovasi 2 sekolah

 

Membangun 1 klinik desa

 

Pembangunan Instalasi Biogas 3 unit

 

Bantuan alat mesin pertanian

 

Berbagai Pelatihan :

 

Pertanian, mana­jemen keuangan, rumah sehat, penang­gulang­an  bencana

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162