Loading...

Revitalisasi Pendekatan Pembangunan Pertanian Pedesaan Terudik

11:34 WIB | Tuesday, 01-August-2017 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Oleh: Rofinus D Kaleka

 

PEMBANGUNAN sektor pertanian pedesaan di Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan produksi, ketahanan pangan, perbaikan gizi, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, terus menjadi “isu atau topik strategis” yang digemakan oleh pemerintah baik pada aras nasional (pusat) maupun daerah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan sampai desa. Lembaga-lembaga non pemerintah, seperti LSM dan wirausahawan agribisnis, juga terjun untuk menjamah pembangunan sektor tersebut.

 

Intervensi terhadap sektor pertanian pedesaan tersebut, harus diakui sangat serius, sebagaimana terlihat melalui berbagai kebijakan input (masukan) baik anggaran, sarana dan prasarana teknologi produksi, serta sumber daya manusia (penyuluh dan fasilitator), sudah tidak terhitung lagi, sejak Repelita masa Orde Baru sampai RPJMN/RPJMD masa Reformasi saat ini.

 

Fakta dari intervensi terhadap sektor pertanian pedesaan tersebut, terutama di daerah-daerah terudik, jika ditelaah dari sisi kinerja output (keluaran), outcome (hasil), benefit (manfaat), dan impact (dampak), memang belum menunjukkan secara tegas tanda-tanda kemajuan yang signifikan.

 

Asumsi argumentatifnya adalah karena masih saja sering mengemuka data-data yang memprihatinkan tentang rawan pangan dan gizi buruk yang dialami masyarakat. Di samping itu, data-data suplai dan serapan terhadap bantuan sosial beras miskin (raskin) justru makin membuncit dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan pertanda jelas bahwa upaya untuk mewujudkan “isu strategis” di atas terkesan santai dan lambat.

 

Ada permasalahan apa sebetulnya sehingga pembangunan sektor pertanian pedesaan kita kurang cepat? Pertanyaan reflektif ini ditujukan kepada kita semua, yang hidup dan menyusu dari tanah tumpah darah, Indonesia tercinta ini untuk terus membidiknya dengan kamera ilmu pengetahuan yang tajam dengan harapan mendapatkan ilham solusi yang terindah. Supaya terhindar dari ejekan dan fitnah, “indah kata dari rupa”.

 

Potret Pertanian Pedesaan

 

Sebagaimana diketahui bahwa potret umum sektor pertanian pedesaan di daerah-daerah terudik, dapat diringkas yaitu lahan kering, sumber air terbatas karena sangat tergantung dari iklim dan petaninya sendiri hanya berpendidikan rata-rata SD/SMP sehingga akses dan adobsi teknologi kurang berjalan baik. Potret ini menjelaskan potensi, permasalahan dan sekaligus tantangan pembangunan pertanian pedesaan kita yang kompleks.

 

Potensi lahan kering pedesaan kita, sesuai klasifikasinya sebagian kritis dan sebagian lainnya subur. Tapi secara umum cocok untuk pengembangan pertanian dan budidaya komoditi tanaman pangan, seperti jagung, padi, kacang, dan ubi serta hortikultura, seperti sayur, bawang lombok dan jahe. Komoditi ini juga mempunyai jenis-jenis varietas unggul yang sangat toleran terhadap keadaan lahan kritis dan keterbatasan sumber suplai air.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162