Loading...

Riega, Petani Muda Pegiat Pertanian Organik

09:16 WIB | Tuesday, 04-July-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Kontributor

Fenomena back to nature yang mewabah di pasar produk pertanian, mengharuskan petani terus mengurangi ketergantungan penggunaan bahan-bahan kimia dalam usaha tani. Permintaan konsumen produk pertanian saat ini, tidak sekedar menghendaki mutu atau kualitas produk yang bagus, tapi juga mesti aman untuk dikonsumsi.

 

Fenomena seperti ini yang kemudian menuntut petani mulai beralih ke pola budidaya pertanian organik. Tapi mengajak petani untuk beralih ke budidaya pertanian organik, bukanlah hal yang mudah.

 

Petani sudah terbiasa, bahkan dimanjakan dengan cara instan dalam usaha tani sehingga sulit untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia. Padahal dalam jangka panjang merugikan petani.

 

Kondisi seperti itulah yang membuat Riega, seorang petani muda di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah merasa prihatin. Bersama penyuluh pertanian yang ada di daerahnya, Riega mulai memperkenalkan budidaya pertanian organik kepada petani yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

 

Kepada petani, dia menjelaskan, usaha pertanian yang berorientasi pasar. Jadi mau tidak mau harus menerapkan pola organik dengan meminimalisir penggunaan material kimia dalam usaha tani.

 

Namun upaya petani muda pemilik nama asli Safriga ini belum juga membuahkan hasil. Petani masih lebih memilih cara instan dalam usaha tani. Petani menganggap, pertanian organik sesuatu yang mustahil diterapkan. Alasannya, bertani dengan material organik, tanaman akan lambat pertumbuhan dan produksinyapun tidak seperti yang diharapkan.

 

Begitu juga dengan pengendalian hama dan penyakit tanaman, petani lebih percaya pestisida kimia ketimbang mencoba pestisida nabati yang sebenarnya lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162