Loading...

Royalti untuk sang Inventor

10:50 WIB | Friday, 09-December-2016 | Teknologi, Iptek | Penulis : Julianto

Jerih payah meneliti akhirnya berbuah hasil. Pemerintah telah memberikan kompensasi bagi peneliti dalam bentuk royalti. Sejumlah peneliti dan perekayasa Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian telah menerima hasil kerja keras meraka.

 

Kepala Balitbang Pertanian, M. Syakir mengatakan, tahun ini total nilai royaltinya yang diterima Balitbang Pertanian mencapai Rp 3,14 miliar atau naik empat kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 794,02 juta. Dari total nilai royalti tersebut, Balitbang Pertanian tahun ini akan menyerahkan imbalan royalti kepada delapan inventor paten dan dua pemulia dengan nilai sebesar Rp 583,83 juta. Nilai tersebut meningkat sembilan kali lipat dari tahun 2015 yang hanya Rp 63 juta.

 

“Ini menjadi catatan prestasi yang cukup membanggakan bagi Balitbang Pertanian. Royalti yang diberikan kepada peneliti, perekayasa dan pemulia kami harapkan dapat mendorong minat yang lain untuk menghasilkan paten dan perlindungan varietas tanaman lebih banyak lagi,” kata Syakir usai penutupan Rakernas Badan Litbang Pertanian di Bogor, beberapa waktu lalu.

 

Cermin Teknologi Dimanfaatkan

 

Syakir mengingatkan, pemberian royalti ini tujuan utamanya memang bukan untuk mendapat royalti. Namun, sebagai cerminan bahwa teknologi telah berhasil dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat luas. Hingga kini, Balitbang Pertanian telah menandatangani 165 perjanjian lisensi dengan mitra penerima lisensi. Dari jumlah tersebut 78 berupa paten, 56 perlindungan varietas tanaman (PVT) dan 31 rahasia dagang.

 

Pemberian royalti ini sesuai pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2015 tentang Imbalan yang berasal dari Penerima Negara Bukan Pajak Royalti Paten. Selain itu PMK No. 06 Tahun 2016 tentang Pedoman pemberian Imbalan yang berasal dari Royalti Hak Perlindungan Varietas Tanam (PVT). Dengan peraturan tersebut inventor yang menghasilkan paten dan hak PVT, serta telah dilisensi berhak mendapatkan royalti dari hasil penelitiannya.

 

Sesuai PMK tersebut besaran royalti untuk inventor berkisar antara 10-40% tergantung besaran keseluruhan royalti yang diterima. Jika total royalti di bawah Rp 100 juta, maka besaran yang diterima peneliti sekitar 40%. Adapun untuk royalti yang nilainya lebih dari Rp 1 miliar, besaran royalti untuk peneliti maksimal 10%.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162