Loading...

Sapi Indukan Wajib Bunting

11:24 WIB | Tuesday, 18-October-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Keinginan Kementerian Pertanian untuk mempercepat pertumbuhan populasi sapi potong di dalam negeri, diwujudkan dengan secara resmi meluncurkan Upaya Khusus (Upsus) Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Siwab) di Lamongan, Jawa Timur, awal Oktober kemarin.

 

Upsus Siwab tersebut mencakup dua program utama yakni peningkatan populasi melalui inseminasi buatan (IB) dan intensifikasi kawin alam. Program ini ada didalam peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting tersebut ditandatangani pada 3 Oktober 2016.

 

Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang, mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat. Upsus Siwab akan memaksimalkan potensi sapi indukan di dalam negeri untuk dapat terus menghasilkan pedet atau anak sapi. Program ini pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada   2017 mendatang.

 

Yang terpenting sekarang adalah bagaimana meningkatkan produksi dengan inseminasi buatan. Untuk program peningkatan populasi akan difokuskan pada upaya pembuntingan massif sapi dan kerbau betina di dalam negeri. Dengan Upsus ini, ditargetkan pada 2017 nanti akan ada 3 juta sapi dan kerbau bunting yang pada gilirannya nanti akan menghasilkan 2,4 juta pedet pada tahun 2018. Untuk itu minimal kami harus menyiapkan akseptor sebanyak 4 juta ekor sapi dan kerbau. Kami juga membentuk gugus kerja sampai ke kabupaten-kabupaten di seluruh provinsi agar program ini berjalan dengan baik.

 

Untuk program intensifikasi kawin alam, pemerintah akan menyiapkan infrastruktur yaitu 5 juta juta bibit pakan rumput dan legum, prasarana sumber air berupa embung-embung, serta obat-obatan dan vaksin. Ini dilakukan bagi ternak yang dikembangkan di padang gembala (ranch) sehingga ada jaminan ketersediaan pakan, air, dan kesehatan ternak. Nanti daerah dengan ranch seperti NTT dan NTB, akan kita bangun prasarana sumber air sehingga lahannya yang cenderung kering menjadi lebih subur, sehingga pakan tersedia sepanjang tahun. Model pembangunan embung di lahan kering ini seperti yang dilakukan oleh peternak padang gembala di Brasil.

 

Lalu, untuk ternak yang dikembangkan dengan pola kandang, pemerintah akan memberikan 5 juta bibit pakan rumput dan legum, fasilitas kesehatan, 5,28 juta semen beku, dan tenaga inseminator.

 

Untuk mendukung kedua pendekatan pola pemeliharaan tersebut, Kementerian Pertanian juga menyiapkan 13 ribu hektar lahan untuk penanaman hijauan pakan ternak serta pengadaan 11,7 ribu ton subsidi pakan konsentrat untuk induk sapi potong.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162