Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Sawit Rakyat Menunggu Peremajaan

10:34 WIB | Thursday, 13-July-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Sawit Rakyat Menunggu Peremajaan

 

Kegiatan peremajaan (replanting) kebun sawit rakyat yang semula dilaksanakan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, mulai tahun 2017 dikembalikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun). Adanya perubahan kebijakan tersebut menjadi angin segar bagi petani yang telah lama menunggu pertanaman sawitnya diremajakan.

 

irektur Jenderal Per­kebunan (Dirjenbun) Kementan, Bambang mengemukakan, dengan adanya perubahan kebijakan itu maka berarti kini secara teknis Ditjenbun yang akan melaksanakan kegiatan replanting kebun sawit rakyat.

Sekarang ini dari 4,5 juta hektar (ha) perkebunan sawit rakyat, ada seluas 2,4 juta ha yang ditargetkan bisa direplanting. Sebab, sebagian kebun sawit di lahan 2,4 juta ha itu usianya sudah tua (di atas 25 tahun) sehingga produktivitasnya rendah, hanya 2-3 ton per ha. 

“Padahal, potensi produksi sawit kalau tanaman dipelihara dengan baik bisa mencapai 8,5 ton per ha. Selain pohonnya sudah tua, banyak petani yang menggunakan benih yang asal muasalnya tak jelas,” tutur Bambang.

Menyusul adanya perubahan kebijakan dalam kegiatan pere­majaan sawit rakyat itu, jajaran Ditjenbun pun langsung tancap gas menyiapkan segala sesuatunya. Menurut Bambang benih sawit berkualitas sudah dipersiapkan di lahan seluas 60 ribu ha.

“Kita sudah kerja sama dengan mitra. Salah satunya menggandeng petani sawit yang ada di daerah untuk mengembangkan benih sawit dalam rangka replanting,” ujarnya. 

Meski kegiatan peremajaan yang akan dilaksanakan oleh Ditjenbun ini masih menunggu peraturan menteri keuangan (PMK), ia menekankan pihaknya sudah menyiapkan mulai dari pra replanting sampai pemasarannya. 

“Sesuai target, tahun ini kami akan melakukan replanting kebun sawit seluas 27.350 ha, dan kegiatan itu bisa kita lakukan pada September mendatang,” jelas Bambang.

Direktur Replanting Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), Hendrajat Natawidjaja mengatakan, petani sawit yang kebunnya direplanting dalam hal ini akan mendapat hibah sebesar Rp 25 juta per ha.

“Kalau targetnya 2,4 juta ha lahan sawit yang direplating memang masih perlu penjelasan. Karena kebun sawit rakyat yang direplanting harus memenuhi persyaratan teknis seperti status lahannya sudah clear atau belum. Kalau status lahannya tak ada masalah, kita akan bantu dana Rp 25 juta per ha,” jelas Hendrajat.

Bambang membenarkan, salah satu persyaratan replanting adalah lahan sawit yang akan diremajakan memang harus tak ada masalah. Tak heran apabila pelaksanaan replanting yang dilakukan BPDP-KS hingga saat ini memang belum maksimal. Minimnya pelaksanaan kegiatan peremajaan sawit tersebut juga disebabkan, status lahan kebun sawit rakyat yang belum jelas. 

“Karena itu, kita juga bekerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) untuk menyelesaikan kepemilikan sejumlah lahan kebun sawit rakyat yang masih berada di kawasan hutan,” kata Bambang.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162