Loading...

Sebarkan Teknologi, BB Pascapanen Latih Petani Denpasar Buat Pupuk Biosilika

09:20 WIB | Friday, 11-May-2018 | Inovasi Teknologi, Teknologi | Penulis : Kontributor

Popularitas Pupuk Biosilika kini tengah naik daun, petani berbagai daerah ingin mengetahui inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produksi ramah lingkungan ini. Kini giliran petani Kota Denpasar yang dilatih BB Pascapanen untuk bisa menghasilkan sendiri pupuk biosilika. 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) terus berupaya membumikan hasil riset pupuk biosilika dari sekam padi kepada petani. Dengan digandeng oleh Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar, BB Pascpanen melatih 50 orang petani dan penyuluh pertanian di Kota Denpasar tentang pembuatan dan penerapan pupuk biosilika dari sekam padi. Pelatihan tersebut telah dilaksanakan di kantor Distan Kota Denpasar dan Banjar Anggabaya, Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali. Perwakilan petani yang mengikuti pelatihan ini berasal dari empat kecamatan yaitu Denpasar Timur, Denpasar Barat, Denpasar Selatan, dan Denpasar Utara. 

 

"Kami sangat mengapresiasi hasil riset Balitbangtan tentang pupuk biosilika dari sekam ini. Akhir tahun 2017 lalu, melalui MoU kerjasama kami dengan BB Pascapanen telah dilakukan ujicoba demplot penerapan pupuk biosilika pada tanaman padi petani dan hasilnya memuaskan, sehingga atas permintaan petani kami adakan pelatihan ini," ujar Kepala Distan Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, M.Agb.

 

Di tempat terpisah, Kepala BB Pascapanen, Prof. Risfaheri berharap, pelatihan ini dapat lebih membumikan hasil inovasi Balitbangtan kepada petani. Risfaheri juga mengatakan BB Pascapanen melakukan dua pola diseminasi teknologi biosilika, yaitu pengembangan melalui kelompok tani dan pengembangan melalui pihak industri swasta. "Pelatihan ini jadi contoh pengembangan melalui kelompok tani," tuturnya. Pengembangan biosilika di tingkat petani disesuaikan dengan kemampuan sumber daya setempat, ditujukan untuk penggunaan langsung di kawasan tersebut, dan bersifat publik domain (tanpa lisensi). 

 

Penyuluh pertanian di Kelurahan Denpasar Barat, I Gusti Made Tantra berterima kasih kepada Balitbangtan karena pelatihan tenologi baru ini sangat bermanfaat sebagai bekal penyuluh dalam mensosialisasikan pengembangan dan penerapan biosilika di lapangan. 

 

Peneliti biosilika BB Pascapanen, Hoerudin, PhD yang menjadi nara sumber dalam pelatihan tersebut menuturkan, teknologi pembuatan biosilika di tingkat petani dirancang prosesnya sesederhana mungkin sehingga relatif murah, tetapi kualitas produk yang dihasilkan masih cukup baik untuk mendapatkan manfaat silika dalam meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap hama penyakit dan memaksimalkan hasil panen. 

 

Hoerudin juga menjelaskan sekam padi mengandung 15-20% silika. Artinya, jika produktivitas gabah kering panen (GKP) 5 ton/ha saja, maka pada setiap musim panen sekitar 150-200 kg silika/ha (20% GKP adalah sekam) diangkut ke luar sawah karena gabah harus digiling menjadi beras. Semakin tinggi intensitas pertanaman dan panen, semakin banyak pula silika yang terkuras dari sawah. 

 

Pengembangan pupuk biosilika diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan nilai ekonomi sekam padi yang selama ini nyaris tak bernilai, juga dapat mempertahankan ketersediaan silika yang dibutuhkan tanaman padi dengan mengembalikannya ke sawah. "Kami senang bisa mengetahui cara pembuatan biosilika dari sekam, sehingga dapat membuatnya dan menerapkannya sendiri di lapangan untuk menjaga kesuburan sawah sekaligus meningkatkan pendapatan," pungkas petani dari Pekaseh Subak Kerdung, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, I Wayan Tama. (Hoerudin/gsh/bbpascapanen)

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162