Loading...

Sebelum Tanam, Penyuluh-Petani Periksa Sampel Tanah

11:55 WIB | Thursday, 13-October-2016 | Teknologi, Iptek | Penulis : Kontributor

Budidaya padi yang benar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu komponen penting dalam budidaya padi yang benar adalah penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman atau yang dikenal dengan pemupukan berimbang.

 

Pemupukan berimbang adalah pemupukan yang dilandasi dengan kebutuhan terhadap unsur hara makro atau unsur hara yang banyak dibutuhkan tanaman seperti N,P,K. Unsur hara mikro dibutuhkan tanaman relatif sedikit seperti Br dan lainnya.

 

Penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi tentunya dilakukan sesuai dengan rekomendasi pemupukan yang diawali dengan hasil pengolahan analisis data. Analisis data diperoleh dari hasil pemeriksaan sampel tanah sawah. Pemeriksaan sampel tanah atau uji tanah sawah dilakukan dengan menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS).

 

Sehubungan dengan hal tersebut, BP3K Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang telah melaksanakan pemeriksaan sampel tanah sawah untuk tujuh desa dengan mengambil sampel pada tiga kelompok tani dalam satu desa. Pemeriksaan sampel tanah sawah tersebut dilaksanakan pada Mei lalu yang dilaksanakan petani dari tiap desa dengan bimbingan Penyuluh. Sampel tanah yang diambil adalah sampel tanah pada lahan sawah yang selesai panen dengan pengambilan sampel secara acak (diagonal).

 

Kepala BP3K Lanrisang, Kamaruddin AM, SP menjelaskan, tujuan pemeriksaan uji tanah ini adalah untuk mendapatkan ketepatan pemberian pupuk N,P dan K oleh petani. Selain itu dapat mengetahui unsur hara tanah sawah pada lokasi masing-masing petani. “Pemeriksaan sampel tanah dengan alat PUTS ini juga dapat memberikan rekomendasi pemupukan yang dibutuhkan pada tanaman,” katanya.

 

Kamaruddin berharap dengan rekomendasi pemupukan ini petani dapat melaksanakan pemupukan berimbang sesuai yang dibutuhkan tanaman. Pemupukan berimbang dapat memberikan hasil yang maksimal pada peningkatan produksi dan produktivitas pertanaman. “Secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani karena tidak boros menggunakan pupuk,” ujarnya. Atjo/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162