Loading...

Sedia Pupuk Menyambut Tanam Okmar

08:47 WIB | Monday, 09-October-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Memasuki musim tanam (MT) musim hujan/rendeng Oktober – Maret, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyediakan pupuk bersubsidi di sejumlah sentra pangan dengan volume yang jauh lebih banyak. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk di tengah meningkatnya permintaan untuk tanam padi MT I Okmar.

 

Per 2 Oktober, stok pupuk secara nasional di gudang lini III atau kabupaten dan distributor sebanyak 1.189.455 ton. Jumlah stok nasional itu tiga kali lipat dari ketentuan stok dan cukup hingga dua bulan ke depan. Biasanya, ketentuan stok hanya dua minggu ke depan.

 

Untuk beberapa daerah, seperti Jawa Barat yang merupakan lumbung pangan nasional, stok pupuk urea mencapai 91.485 ton atau mencapai empat kali lipat dari stok ketentuan pemerintah.

 

Perusahaan holding BUMN itu mampu memproduksi 13-14 juta ton pupuk. Alokasi pupuk bersubsidi setiap tahun berkisar 9,5 juta ton. Selebihnya digunakan untuk penjualan pupuk non subsidi dan ke pasar ekspor.

 

Tahapan selanjutnya adalah pengawasan. Stok yang cukup namun tanpa dengan sistem pengawasan dan pengamanan serta penerapan sanki yang tegas adalah sulit diwujudkan. Para pihak patut dilibatkan dalam pengamanan dan pengawasan pupuk bersubsidi, yakni Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, serta distributor setempat.

 

Sesuai dengan aturan pemerintah yang patut menjadi pegangan bagi pengawas dan pengamanan pupuk bersubsidi adalah: petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi adalah mereka yang telah menyusun atau termasuk dalam kebutuhan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

 

Hal yang patut dicermati adalah langkah pemerintah melakukan pengalihan subsidi pupuk dari tidak langsung menjadi langsung ke petani. Dalam sistem baru ini, pemerintah memberikan sebuah kartu elektronik kepada petani yang terdaftar ke Kementan untuk membeli pupuk. Sistem ini tentu harus dibarengi dengan pendataan petani secara online. Jangan sampai ada petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi terhalang hanya karena datanya belum diinput sehingga tidak mendapatkan kartu elektronik. ***

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162