Loading...

Sekjen Kementan: Dalam Sebutir Beras Terkandung Ideologi Bangsa

17:19 WIB | Wednesday, 09-August-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Julianto

Isu beras terus bergulir. Ternyata beras bukan hanya komoditi strategis, tapi juga politis bagi Indonesia. Karena itu di dalam sebutir beras terkandung nilai ideologi bangsa. Demikian diungkapkan Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priyono di Jakarta, Rabu (9/8)

 

Menurut Hari, beras sebagai pangan pokok karena menyangkut hajat hidup rakyat Indonesia, mempengaruhi inflasi dan kemiskinan, diusahakan oleh rakyat sekitar 56 juta orang  yang bekerja disektor ini. Artinya usahatani padi dan usaha beras adalah ruang ekonomi rakyat. Usaha padi juga mempengaruhi kesejahteraan petani dan UMKM. “Ideologi beras sendiri dituangkan UU Pangan, betapa strategisnya beras,” katanya.

 

Karena menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut rakyat petani dan konsumennya seluruh rakyat Indonesia, kata Hari, pemerintah harus mengendalikan beras. UU Perdagangan dan aturan dibawahnya juga mengatur komoditi pangan pokok harus diatur, diawasi dan dikendalikan pemerintah.

 

Karena itu Hari menilai, jika ada yang berpikir bahwa komoditi beras adalah komoditi yang bebas dengan mekanisme pasar, bahkan liberal, maka suatu pemikiran yang keliru dan melukai nasionalisme sebagai bangsa.

 

“Kita juga mengetahui bahwa ketersediaan dan harga beras mempengaruhi inflasi, berdampak pada kestabilan ekonomi, bahkan berpengaruh terhadap sosial dan politik,” katanya. Karena itu lanjut dia, negara harus hadir. Apalagi sejarah telah membuktikan gejolak pangan yang berkepanjangan mengakibatkan pemerintahan tidak stabil.

 

Dalam tatanan kebijakan pangan pokok, terutama beras, sudah sangat jelas diatur dalam UU Pangan dan UU sektor lainnya. Dengan UU tersebut peraturan hukum jelas mengatur apa yang boleh apa yang tidak boleh.  Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162