Loading...

Selamat Datang Musium Perkebunan Indonesia

11:16 WIB | Tuesday, 13-December-2016 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Peringatan Hari Perkebunan ke-59 tahun 2016 terasa berbeda dari biasanya. Pada 10 Desember, bertempat di Medan Sumatera Utara, diresmikan Museum Perkebunan Indonesia.  Museum Perkebunan Indonesia ini selain untuk mengabadikan sejarah perkebunan Indonesia, lebih dari itu adalah untuk menunjukkan bahwa perkebunan Indonesia punya masa kejayaaan, merupakan usaha yang menjanjikan buat rakyat, perusahaam dan negara, serta menyenangkan dan prospektif masa depan untuk para muda Indonesia.

 

Ide pendirian museum ini ada sejak peringatan Hari Perkebunan 2011 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Bak gayung bersambut, PTPN II menyatakan kesediaannya untuk menyerahkan sejumlah artefak warisan masa lalu untuk ditampilkan dalam museum. Pemerintah Belanda juga memberikan sejumlah copy dokumen penting sejarah perkebunan Indonesia. Sejumlah perusahaan yang juga mempunyai sejarah dan telah eksis awal abad 20 turut serta dalam pembangunan Museum Perkebunan ini.

 

Museum Perkebunan Indonesia dibangun di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Medan menggunakan gedung yang sudah tersedia. Dalam 10 tahun mendatang, perluasan museum akan dilakukan ke area Lembaga Pendidikan Perkebunan Medan.

 

Yang sangat menarik adalah disain museum perkebunan ini. Adalah Ketua Dewan Pembinan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) Soedjai Kartasasmita yang mendisainnya, yakni museum  dibangun secara modern yang sangat menyenangkan serta jauh dari kesan membosankan.

 

 Subsektor perkebunan telah memberikan peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Selain itu, sub sektor ini juga berperan dalam peningkatan penerimaan devisa negara, penyediaan lapangan kerja, perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Usaha perkebunan terbukti cukup tangguh bertahan dari terpaan badai resesi dan krisis moneter yang melanda perekonomian Indonesia.

 

Satu persoalan penting yang juga patut menjadi perhatian pemerintah untuk keberlanjutan agribisnis perkebunan Indonesia adalah penegakan hukum atas hak tanah perkebunan. Banyak tanah tanah perkebunan milik BUMN yang kini berada di pusat kota atau pusat pemukiman penduduk. Atas nama pembangunan daerah dan kepentingan oknum individu masyarakat, seringkali tanah tanah perkebunan BUMN diserobot, dialihfungsikan dan tersandera konflik atas tanah. Masalah ini telah mempengaruhi kinerja agribinis perkebunan milik BUMN.

 

Kasus serupa bisa terjadi dan dialami oleh perusahaan swasta besar. Pertumbuhan pembangunan wilayah atau daerah adallah suatu kepastian. Untuk itu diperlukan lahan lahan untuk membangun kantor pemerintahan, perumahan penduduk, pusat perdagangan, pabrik dan lainnya. Oleh karena itu, kita berharap pemerintah bisa belajar dari Museum Perkebunan ini tentang arti penting hak atas lahan buat keberlanjutan kejayaan perkebunan Indonesia.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162