Loading...

Sentra Bawang Merah

11:31 WIB | Monday, 10-October-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Bawang merah bagi negeri kita merupakan salah satu komoditi ekspor terbesar yang menghasilkan devisa. Pusat produksi bawang merah tersebar di seluruh Indonesia dengan luas daerah tanam bawang merah mencapai lebih dari 100 ribu hektar.

 

Lahan bawang negeri kita tersebar di beberapa sentra, seperti Kabupaten Majalengka (Kertajati, Argapura), Cirebon, Brebes (Bulak Kamba dan Larangan), Pati (Wedarijaksa), Probolinggo (Tegalsiwalan dan Dringu), Nganjuk (Sukomoro dan Gondang), Malang (Ngantang), Lombok Timur (Wanasabe), Bima (Sapeh), Enrekang (Anggraja dan Masalle), dan Solok (Lembah Gumanti, Danau Kembar, Lantai Cermin).

 

Perlu diketahui bahwa Kementerian Pertanian berusaha untuk mendukung optimalisasi pengembangan produksi bawang merah dengan diberikan bantuan seperti pengadaan bibit bawang merah berkualitas di setiap musim tanamnya, sarana produksi dan sistem pengairan.

 

Kementerian Pertanian memiliki komitmen untuk terus berupaya mengembangkan jenis tanaman hortikultura di setiap pulau agar menjadi sentra pengadaan dan menjaga harga tidak terlalu tinggi. Dengan adanya sentra di setiap pulau untuk hortikultura terutama bawang merah ini maka akan bisa menekan harga karena biaya distribusinya menjadi lebih murah. Karena memang yang menjadi masalah dalam harga sampai ke masyarakat adalah distribusinya, insya Allah dengan sentra baru yang semakin banyak akan lebih baik juga hasilnya. Semoga pengembangan kemandirian di setiap pulau bisa segera terwujud merata.

 

Tahun ini, Kementerian Pertanian mengembangkan tanaman bawang merah seluas 129 ribu hektar.Hal ini dilakukan juga guna memenuhi pasokan secara cukup dan terus menerus sehingga tidak ada fluktuasi harga bawang merah yang signifikan di tahun ini.

 

Sedikit gambaran, 8 kota besar di Indonesia membutuhkan pasokan 48% dari total konsumsi nasional 33% bawang merah. Untuk itu, lokasi pengembangan sentra produksi cabai dan bawang merah diarahkan tidak terlalu jauh dari pusat kota besar.

 

Kementerian Pertanian secara cermat telah berusaha melakukan pengaturan pola tanam, panen, dan rencana produksi secara bulanan selama 2016 dengan target luas 129 ribu hektar yang telah dipetakan dengan produksi mencapai 1,29 juta ton. Produksi itu tersebar di sentra produksi bawang merah di Pulau Jawa yang akan memasok 73% dari total kebutuhan, lalu Bali dan Nusa Tenggara 15%, dan sisanya di Sumatera, Sulawasi, dan lainnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162