Loading...

SERGAP Jilid 2

13:54 WIB | Monday, 20-March-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

Panen musim rendeng telah berlangsung di sejumlah sentra padi di Indonesia. Untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah, pemerintah pun langsung bergerak. Program Sergap (serap gabah petani) yang tahun lalu telah dicanangkan, dilanjutkan kembali.

 

Di mulai dengan Rapat Ga­bungan Percepatan Serap Gabah Petani (Sergap) dan Pengamanan Harga Tahun 2017 di Gedung Kementerian Pertanian, Kamis (23/2) lalu, Ke­menterian Pertanian melakukan sinergi dengan berbagai kalangan. Selain Perum Bulog, sebagai lem­baga pemerintah yang bertugas mengamankan  harga gabah pe­ta­ni agar tidak turun di ba­wah ketetapan pemerintah, Kemen­teri­an Pertanian pun menggandeng TNI.

 

Bahkan dalam rapat tersebut ditandatangani Kontrak Kinerja Serapan Gabah Petani. Teken kontrak dilakukan Dirjen Ta­naman Pangan, Sumardjo Gatot Irianto; Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti; Aster KASAD, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak.

Bukan hanya tingkat pusat ta­pi juga tingkat provinsi dan ka­bupaten. Penandatanganan kon­trak juga dilakukan antara Kepala Dinas Propinsi, Kepala Divre Perum Bulog, Aster Kodam. Di tingkat kabupaten, tanda tangan kontrak dilakukan antara Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Kepala Subdivre Perum Bulog dan Komandan Korem.

Komitmen menyerap gabah petani pun berlanjut. Setelah penandatanganan kontrak, peme­rintah melanjutkan dengan road­show Sergap ke beberapa daerah. Tujuan pertama adalah sentra padi di Provinsi Jawa Timur yakni Kabupaten Tuban, Lamongan dan Ngawi.

Pada Selasa (7/3), Menteri Per­tanian, Andi Amran Sulaiman Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat, Mayjend TNI. Komaruddin Simanjuntak, Direk­tur Sumberdaya Manusia dan Umum Perum Bulog, Wahyu Su­par­yono melakukan panen raya di Desa Sugiwaras, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dan Desa Tri Tunggal, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. 

Kegiatan pencanangan Se­gap 2017 dilanjutkan ke Desa Sa­mberan, Kecamatan Kanor, Ka­bupaten Bojonegoro dan De­sa Karangbanyu, Kecamatan Wi­dodaren, Kabupaten Ngawi pada Rabu (8/3).

Setelah berkeliling di Jawa Timur, kegiatan Sergap berlanjut ke Jawa Tengah. Daerah  yang menjadi target kunjungan kerja adalah sentra padi di  Pantai  Selatan Jawa Tengah yakni Purworejo dan Cilacap pada Kamis-Jumat (9-10/3). 

Di Purworejo, Menteri Per­tanian, Andi Amran Sulaiman melakukan kegiatan di Desa Megulung Kulon, Kecamatan Pi­tuluh. Kegiatan panen berlanjut ke Desa Wanareja, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap. Roadshow panen raya dan serap gabah di Pulau Jawa berakhir di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Jumat (10/3). 

 

Perintah RI 1

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman selalu menegaskan, per­cepatan serapan gabah petani (segap) merupakan perintah Pre­siden RI Joko Widodo melalui Perpres 20/2017. Inti dari Perpres tersebut adalah apapun kondisi gabah yang ada di lapangan agar dibeli dengan harga Harga Pembelian Pemerintah (HPP). 

Sebagai penjabaran dari Per­pres, Menteri Pertanian menge­luarkan Peraturan Menteri Per­tanian (Permentan) No. 03/Per­mentan/PP.200/3/2017 tentang Pedoman Harga Pembelian Beras di Luar Kualitas oleh Pemerintah. Dalam Permentan tersebut, Gabah Kering Panen (GKP) dengan kadar air 25-30% tetap dibeli dengan harga Rp 3.700/kg.

“Kami minta Bulog dan tidak ada tawar  menawar  membeli  gabah petani. Jangan biarkan tengkulak masuk membeli  di bawah HPP. Petani  tidak  boleh rugi. Jika  gudang  Bulog sudah terisi semua, Bulog harus mencarikan gudang lain,” tegas Amran. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162