Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Sertifikasi, Alat Ukur Kompetensi Penyuluh

16:18 WIB | Tuesday, 13-February-2018 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani  - Sertifikasi, Alat Ukur Kompetensi Penyuluh

 

Kompetensi kini menjadi sebuah tuntutan di tengah persaingan tenaga kerja. Apalagi sejak adanya kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), peluang tenaga kerja luar negeri masuk ke dalam negeri kian terbuka. Tak terkecuali dengan tenaga penyuluh pertanian.

 

Bagi Akhmad Jani, yang mengabdikan sebagai seorang Penyuluh Pertanian di Jombang, Jawa Timur, kompetensi untuk tenaga penyuluh pertanian sangat penting. Tanpa adanya kompetensi, Jani mengakui kuatir justru penyuluh-penyuluh asing bakal masuk ke dalam negeri.

 

Bagaimana mengukur kom­petensi tersebut? Menurut Jani adalah dengan adanya sertifikasi profesi. “Sertifikasi sangat diperlukan bagi profesi penyuluh pertanian, agar setiap penyuluh punya kompetensi. Sertifikasi penyuluh juga penting untuk mengantisipasi makin tingginya kebutuhan petani,” katanya kepada Sinar Tani.

Sementara Yusran A. Yahya, Penyuluh Pertanian yang bertugas di Dinas Peternakan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menilai sertifikasi bisa menjadi ukuran kemampuan seorang penyuluh pertanian. Apalagi menurutnya, tugas penyuluh tidak mudah, karena harus menyampaikan teknologi terbaru ke petani.  

 

Standarisasi sebagai Panduan

Kompetensi yang dibuktikan dengan adanya sertifikasi memang kini menjadi sebuah kebutuhan. Untuk meningkatkan kompetensi garda terdepan pembangunan pertanian ini, sejak beberapa tahun lalu pemerintah sebenarnya telah mendorong sertifikasi penyuluh pertanian.

Dengan sertifikasi membuat penyuluh pertanian memiliki standarisasi. Pada akhirnya mem­berikan jaminan mutu dari setiap program penyuluhan. “Standari­sasi berperan dalam memperkuat dan memberikan jaminan mutu terhadap program penyuluhan pembangunan ter­masuk per­tanian,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengem­bangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertani­an, Momon Rusmono.

Momon mengatakan, apapun bentuknya, standarisasi diperlukan untuk panduan dalam melangkah, termasuk saat penyuluh melak­sanakan tugas. Apalagi di era pasar bebas Asean yang makin me­nuntut persaingan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja, serta terspesialisasi pada bidang-bidang profesi dengan kompetensi tertentu.

Karena itu menurut Momon, untuk peningkatan kompetensi penyuluh pertanian perlu adanya sistem keprofesian penyu­luh pertanian yang meliputi stan­dari­sasi, akreditasi dan serti­fi­kasi kompetensi penyuluh pertanian. “Standarisasi kom­petensi penyuluh dan standar penyuluhan sangat diperlukan untuk menjamin masyarakat pengguna jasa penyuluhan, dalam hal ini petani dan kelompok tani untuk memperoleh layanan yang berkualitas,” tuturnya.

Kepala Bidang Standarisasi dan Sertifikasi Profesi Pertanian, Bambang Gatut Nuryanto menu­tur­kan, sertifikasi penyuluh­an pertanian merupakan bentuk pengakuan formal untuk me­nyata­kan seorang penyuluh per­tanian berkompeten atau belum kompeten. Kompetensi penyuluh mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap. 

Seorang penyuluh yang dikatakan kompeten bukan hanya karena pengetahuannya yang luas dan terampil dalam mengajarkan teknologi, tapi harus memiliki sikap sebagai penyuluh,” ungkapnya. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162