Loading...

Setelah Singapura dan Jepang, Pakis Hias Taklukkan Australia

14:52 WIB | Monday, 09-April-2018 | Karantina, Non Komoditi | Penulis : Tiara Dianing Tyas

pemeriksaan pakis hias

 

 

Badan Karantina Pertanian kembali melakukan akselerasi ekspor produk pertanian yang cukup unik, yaitu tanaman pakis. Setelah sebelumnya menembus pasar Singapura dan Jepang, kini tanaman hias itu berhasil menaklukan Australia.

 

Kepala Balai Karantina Pertanian kelas 1 Semarang, Wawan Sutian mengatakan, ekspor dilakukan PT. Tropica Flora Persada yang beralamat di Temanggung, Jawa Tengah. Volumenya sebanyak 76 box atau 38.800 tangkai pakis hias senilai Rp 580 juta. “Aturan Australia sangat ketat. Jadi ini membanggakan bagi kami membantu menembus pasar Australia,” katanya.

 

Perusahaan ini telah mengembangkan tanaman pakis hias di lereng Gunung Sumbing dengan ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Dengan luas lahan 40 hektar, setiap harinya mampu memanen 50 ribu tangkai. “Pada 2017, perusahaan itu juga mengekspor 10.220.500 tangkai ke Jepang dan Singapura,” katanya.

 

Menurut Wawan, tidak hanya ekspor, dari dalam negeri permintaan pakis hias ini pun membludak. Untuk wilayah Jakarta, Surabaya, Bandung dan kota besar lainnya hampir setiap hari lakukan pengiriman. Di Indonesia terdapat 2 jenis tanaman pakis, yaitu pakis untuk hias dan pakis untuk sayur.

 

Wawan mengungkapkan, karantina pertanian wajib memastikan tiap tangkai pakis tidak membawa risiko penyakit tanaman ke negara tujuannya. Sebab, jika tidak cermat dan ditemui ada hama penyakit tanaman, maka produk pakis hias bisa ditolak ataupun dimusnahkan di negara tujuan.

 

Karena itu Wawan berharap, dukungan teknis petugas Karantina Semarang  dapat memberikan eksportasi pakis yang berkualitas, baik selama pemeriksaan di kebun ataupun sebelum keberangkatan ke negara tujuan.  Tia

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162