Loading...

Sinergi Kementan-TNI Kerahkan Pasukan Kejar Target LTT

13:58 WIB | Friday, 19-May-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Kementerian Pertanian bersama TNI akan mengerahkan ‘pasukan’ untuk mengejar target luas tambah tanam (LTT). Catatan Kementerian Pertanian, dari target LTT Mei seluas 2 juta hektar (ha), baru tercapai sekitar 1,3 juta ha dengan produksi gabah kering giling 6,9 juta ton.

 

“Mengapa tidak tercapai? Ini dilihat dari iklim. Iklim saat ini masih tidak menentu. Masih ada hujan walaupun sudah masuk musim kemarau,” kata Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat Rapat Koordinasi Gabungan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah Petani di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Selain masalah iklim, faktor kelelahan akibat tingginya capaian LTT pada periode Oktober-Maret menjadi penyebabnya. Meski demikian, realisasi luas tambah tanam pada April ini naik dari periode yang sama tahun lalu yakni 1,2 juta ha. “Yang terjadi 1,27 juta ha. Harapan kami 2 juta ha, tapi ya ini di bawah target,” kata Amran.

 

Kementerian Pertanian menargetkan LTT selama April-September menjadi 7,8 juta ha. Angka itu, naik dari realisasi di periode yang sama tahun lalu sebesar 6,7 juta ha. Luas tambah tanam tersebut untuk mengejar target produksi gabah 75 juta ton sepanjang tahun ini.

 

Karena itu Amran mengingatkan, kepada Kepala Dinas Pertanian di daerah, untuk mencapai target luas tambah tanam yang telah ditetapkan. Jika target ini tak tercapai, maka dia tidak segan-segan memindahkan anggaran pertanian ke kabupaten dengan pencapaian yang lebih tinggi.

 

Selain itu, Amran kembali mengingatkan bahwa periode rawan tanam padi terjadi pada Juli-September. Dengan demikian, luas tambah tanam wajib tercapai lebih dari 1 juta ha pada tiga bulan tersebut. “Yang tidak capai target, anggarannya dipindahkan ke kabupaten tetangga yang berhasil,” tegasnya.

 

Seperti diketahui  selama 1,5 tahun Indonesia tidak mengalami gejolak stok dan harga beras. Hal ini karena komitmen yang kuat dari Kementerian Pertanian untuk mencapai target LTT pada periode Juli-September yaitu minimal 1 juta ha/bulan.

 

Dengan perhitungan tersebut diharapkan pada masa rawan dari Desember-Februari musim paceklik dapat dihindari. “Target itu harus mutlak dilakukan, sehingga saya pastikan paceklik dan kenaikan harga tidak akan terjadi,” tegas Mentan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162