Loading...

Soedjai Kartasasmita: Kepercayaan Tembakau Deli sudah Hilang

16:04 WIB | Friday, 02-February-2018 | Kebun, Komoditi | Penulis : Kontributor

soedjai kartasasmita memegang cerutu

 

 

Komoditas tembakau merupakan salah satu komoditas yang menjadi primadona di Eropa karena mayoritas masyarakatnya masih mengkonsumsi cerutu. Salah satu tembakau yang menjadi favorit adalah tembakau Deli. Sayangnya kini, komoditas unggulan Indonesia ini mulai kehilangan kepercayaan di pasar Eropa.

 

 

 

“Masa kejayaan tembakau deli telah berakhir,” ujar Soedjai Kartasasmita, pakar perkebunan yang hampir 10 tahun memperjuangkan tembakau deli di dunia di Kantor Sinar Tani, Jumat (2/2).

 

Runtuhnya kejayaan tembaku deli menurut Soedjai berawal dari makin surutnya lahan budidaya tembakau Deli. Kini lahan tembakau deli hanya tersisa 50 hektar (ha)  akibat alih fungsi lahan menjadi perumahan, mall, perkebunan kelapa sawit dan usaha lainnya.  Dengan hanya seluas itu, produksi tembakau Deli tiap tahun hanya 100 bal.

 

Padahal lanjut Soedjai, saat masa kejayaan tembakau Deli, produksi bisa mencapai 45 ribu bal/tahun. Bahkan lelang di pasar Eropa bisa mencapai tujuh kali dengan harga jual mencapai 40-50 EURO/kg.  Dalam lelang tersebut dihadiri oleh pabrik-pabrik cerutu di seluruh dunia.

 

Namun sejak tahun 2007 hanya dilakukan sekali karena jumlah tembakau yang dilelang semakin berkurang. Terakhir ada lelang tahun 2010 lampau. “Sekarang produksi tembakau Deli paling hanya 100 bal. Itu pun kualitasnya belum tentu baik,” kata Soedjai.

 

Akibat makin berkurangnya produksi, Soedjai mengungkapkan, kepercayaannya tembakau Deli di pasar Eropa makin hilang. Bahakan kini pabrik cerutu di Eropa mulai mengalihkan pasokannya dari negara lain seperti Brazil, Ekuador dan Mexico.

 

Lebih memprihatinkan, negara-negara tersebut menggunakan nama Sumatera sebagai produk tembakau mereka. Misalnya, Tembakau Mexico Sumatera, Brasil Sumatera, dan Ekuador Sumatera. Negara-negara tersebut berhasil mengambil alih pangsa pasar tembakau Indonesia. “Jadi ke depan tembakau Deli akan tinggal cerita. Sangat sulit mengembalikan kepercayaan yang telah hilang,” katanya.

 

Untuk mengembalikan kembali kejayaan tembakau Deli, menurut penerima penghargaan Life-Long Honorary Member  ISSCT, perlu kerja keras. Misalnya, mengajak kedutaan besar untuk menyosialisasikan kembali tembakau Deli dan mengundang pabrik cerutu di dunia. “Yang pasti produksi tembakau Deli harus ditingkatkan kembali,” ujarnya. Yusrina

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162