Loading...

Soko Guru, Aplikasi Online Untuk Koperasi Desa

07:30 WIB | Tuesday, 03-July-2018 | Inovasi Teknologi | Penulis : Gesha

Hingga kini, belum ada koperasi yang mampu bertumbuh menjadi pelaku usaha besar. Salah satu masalah besarnya adalah pengelolaan administrasinya yang belum memenuhi standar dan pengelolaan datanya masih manual. Karena itu, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mencoba ciptakan aplikasi online bernama Soko Guru.

 

"Administrasi yang manual bisa menyebabkan lamanya waktu yang diperlukan untuk mengolah keuangan tiap anggota dalam beberapa hal, seperti  pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Sehingga memicu ketidakpercayaan anggota koperasi terhadap pengelolaan keuangannya," papar inventor Aplikasi Soko Guru, Bayu Pranoto Dwi.

 

Padahal, pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) merupakan kegiatan terpenting dalam usaha perkoperasian. SHU merupakan keuntungan yang diperoleh koperasi yang dibagikan dengan para anggota sesuai dengan jumlah jasa dan penyimpanan mereka.

 

"Kita menawarkan pengurus koperasi di Indonesia untuk menggunakan aplikasi website online berbasis teknologi informasi dan digital dalam pengembangan sistem pengelolaan keuangan di koperasi tersebut," tuturnya.

 

Aplikasi online ini diujicoba pada Koperasi Desa Unit Desa Sumber Alam di Kecamatan Dramaga, Bogor dan menjadi bagian Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) yang dibimbing oleh Drs. Moh. Nur Indro. Bayu tidak sendirian mengembangkannya, ada Endang Nuradi, Gito Heryan, Murtezha Hadijaya El Hasyibi serta Afdhal Yusra yang turut serta.

 

Soko Guru ini mampu memberikan pembaharuan terhadap pengelolaan keuangan koperasi. Inovasi SOKO GURU berupa aplikasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan pelayanan koperasi untuk anggota. Setiap anggota akan memiliki akun yang terintegrasi langsung dengan admin (petugas koperasi), sehingga rekapitulasi keuangan koperasi dapat dilihat oleh anggota dengan membuka dan login ke aplikasi tersebut.

 

“Sistem umum koperasi saat ini yaitu ketika ada yang ingin mendaftar dan menyimpan uang atau ada anggota ingin keluar, dan ingin mengembalikan uang simpanan, rekap dilakukan secara manual. Tentu petugas koperasi harus melihat rekapannya dari awal. Hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak efisien, sehingga kami memberikan solusi untuk meningkatkan produktivitas koperasi dalam pengelolaan keuangannya,” tutur Murtezha.

 

Setelah berhasil diujicoba di Dramaga, Bayu berharap agar aplikasi Soko Guru ini mampu untuk diterapkan dalam koperasi-koperasi yang ada di Indonesia. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pelayanan koperasi bagi anggota.  Data-data pemasukan, pengeluaran, dan pengelolaan keuangan juga akan terintegrasi dalam website. Aplikasi Soko Guru memberikan fitur lengkap, berupa profil koperasi, berita terbaru, dan hal seputar perkembangan koperasi.

 

Bayu dan tim PKM-nya telah menyediakan fasilitas buku pedoman untuk menggunakan aplikasi Soko Guru secara jelas dan lengkap sehingga mampu memudahkan penerapan SOKO GURU untuk koperasi yang ada di nusantara. Memasuki tantangan global dan era persaingan antar lembaga keuangan yang semakin ketat, SOKO GURU bisa dijadikan langkah awal untuk membantu koperasi Indonesia agar berbasis teknologi dan digital. (HA/gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162