Loading...

Solusi Masalah Peremajaan Kebun Sawit

10:08 WIB | Monday, 10-July-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Pemerintah akan mendorong pertumbuhan industri sawit karena dinilai mempunyai peran penting bagi ekonomi Indonesia. Industri sawit  menghasilkan devisa besar serta mampu menghidupi lebih dari 5 juta kepala keluarga petani.

 

Dalam Diskusi Kebijakan Publik tentang Tantangan Perbaikan Kebijakan Industri Perkebunan Sawit di Jakarta, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih yakin dan mengatakan melihat sendiri bahwa industri sawit punya peran penting bagi ekonomi Indonesia.

 

Dari total luas kebun sawit Indonesia yang saat ini mencapai 11, 9 juta hektar (ha), kebun sawit milik petani mencapai area seluas 4,7 juta hektar.  Tidak kurang dari 2,5 juta hingga 3,8 juta ha area kebun sawit petani tersebut, sangat rendah produktivitasnya karena  sudah tidak lagi produktif karena umurnya sudah di atas 25 tahun.  Sawit milik petani plasma yang berasal dari Program PIR (Perusahaan Inti Rakyat) ditanam sejak awal tahun 1980-an. Sementara tanaman sawit di kebun milik petani swadaya ditanam sejak awal tahun 1990-an.

          Wajar apabila pemerintah memberikan prioritas untuk melakukan peremajaan perkebunan sawit rakyat tersebut. Paling tidak untuk lahan sawit rakyat seluas 2,5 juta hektar yang  saat ini tidak produktif. Karena terlambat melakukan replanting, rata-rata kebun sawit petani kita hanya mampu menghasilkan minyak sawit 2 sampai 4 ton per hektar per tahun. Padahal, potensi yang dimiliki pohon sawit itu bisa menghasilkan 8 hingga 10 ton minyak sawit per hektar per tahun.

 

Sayangnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit dan perbankan merasa kesulitan membantu mendanai replanting tersebut lantaran terbentur legalitas lahan. Bahkan sekitar 1,7 juta hektar lahan sawit milik petani itu, berada di kawasan hutan.  

 

Setidaknya ada 3 masalah utama dalam  replanting kebun sawit milik petani di Indonesia. Pertama, menyangkut aspek dan skema pembiayaan untuk peremajaan perkebunan kelapa sawit khususnya plasma dan swadaya. Kedua, isu terkait sertifikasi lahan pekebun. Ketiga isu terkait dengan kelembagaan atau pola kemitraan di dalam peremajaan yang akan dilaksanakan.

 

Ketiga kendala ini perlu secara serius diurai dan diberikan solusinya oleh pemerintah, agar perkebunan sawit yang menjadi andalan perekonomian petani rakyat di daerah daerah, betul betul bisa dipertahankan  bahkan dikembangkan lebih baik lagi secara berkelanjutan.

 Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162