Loading...

SRG Kurang Diminati Petani

16:21 WIB | Tuesday, 11-July-2017 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Kalangan petani ternyata tak terlalu berminat memanfaatkan Sistem Resi Gudang (SRG) yang pemerintah programkan untuk membantu petani, terutama dalam menunda penjualan hasil panen dan mendapatkan modal untuk usaha tani selanjutnya.

 

Ketua Umum Kontak Tani Nelayan (KTNA), Winarno Tohir mengatakan, ada beberapa alasan mengapa petani kurang berminat memanfaatkan SRG. Pertama, petani harus membayar sewa gudang. Kedua, uang pinjaman berbunga, sehingga memberatkan petani.

 

Ketiga, lanjut  dia, jika ada susut petani harus menanggung sendiri. Keempatn, tidak ada jaminan harga pasti naik. Kelima, tidak ada pengering di gudang-gudang SRG, sehingga petani kesulitan mengeringkan. “Sekarang ini gudang-gudang SRG di daerah banyak kosong karena petani kurang minat,” katanya.

 

Sementara itu, Ketua Dewan Kedelai Nasional Benny A Kusbini juga sependapat dengan Winarno Tohir. “Setuju pak Winarno saya sudah datang ke beberapa gudang yg dimiliki Kementerian Perdagangan, di SRG ternyata secara kualitas untuk penyimpanan masih sangat kurang,” ujarnya.

 

Bukan hanya itu Benny juga melihat di SRG banyak mesin pengiring dan rice milling plant-nya sudah banyak out of date alias tua-tua, sehingga jadi harus direvitalisasi. “Saya fikir hampir menyeluruh, juga harus ada kerjasama dengan pihak perbankan agar saat panen raya bisa mem-back up financial yang bunganya di subsudi pemerintah. Kalau bisa sebaiknya Bank Pembangunan Daerah yang berperan,” usul Benny.

 

Direktur Pembiayaan Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian, Sri Kuntarsih menuturkan, sistem resi gudang bisa membantu petani peroleh pembiayaan menjadi lebih mudah untuk keberlanjutan usahanya. “Petani dapat cepat memperoleh modal kerja tanpa perlu menunggu barang (komoditi) laku terlebih dahulu,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, penerapan SRG juga sangat prospektif untuk meningkatkan pendapatan usaha tani mulai dari tunda jual (saat panen raya petani menyimpan hasil pertanian di gudang), penjualan saat harga tinggi hingga meminimalisir penimbunan barang oleh pedagang pengumpul/tengkulak.  

 

“Proses pencairan dana dengan menggunakan sistem resi gudang pun mudah karena hanya butuh waktu dua hari setelah resi gudang tersebut tervalidasi Pusat Registrasi,” katanya.  Yul

 

 

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162