Loading...

Sukarmin, Orang Jawa yang Sukses di Tanah Papua

20:09 WIB | Wednesday, 17-May-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Sukarmin (57), hijrah dari kota asalnya Purwodadi, Jawa Tengah ke Kabupaten Merauke, Papua pada 1982. Perlahan namun pasti, kini ayah dari tiga anak ini memiliki rumah dengan empat mobil, empat motor dan dua penggilingan padi.

 

Petani dan pengurus KTNA Kabupaten Merauke yang tinggal di Kampung Semangga Jaya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua ini menceritakan masalah utama di Merauke, yakni mengenai lahannya yang datar dan rawa.

 

Selama ini petani di wilayahnya menanam padi dua kali dalam satu tahun dengan produktivitas 3-5 ton/ha. “Lahan di Merauke luas dan tanahnya subur, airnya mudah pasang,” katanya.

 

Karena itu di Kabupaten Merauke kesempatan untuk bertanam sangat terbatas. Batas air tawar sampai Juni mendatang. Setelah itu sudah mulai asin, sehingga petani tidak bisa tanam lagi.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, ada system buka tutup. Jadi begitu air pasang naik, pintu ditutup. Pada Mei-Juli air laut pasang, sehingga pada September  air sudah tidak bisa dipakai. “Batasannya sampai Mei. Air sebelum bulan delapan masih tawar karena banyak air hujan dari kali, setelah bulan delapan jadi asin,” katanya.

 

Untuk distribusi airnya ada saluran primer, sekunder, dan tersier. Setiap dua hektar, satu sekunder. Sukarmin mengatakan bahwa di wilayahnya terdapat embung namun kurang memadai karena jumlahnya kecil. Tapi kalau air pasang ini menjangkau sampai ke persawahan.

 

Pemanfaatan air pasang dari sisi produktivitas lebih bagus. Panen April-Mei dan Juli-Agustus. Bagi yang sawah dekat embung selain tanam pagi juga tanam palawija atau pun jagung manis, cabai dan sayuran.

 

Dia berharap, dengan adanya Penas ini bisa memetik pengalaman banyak untuk dibawa untuk mengembangkan pertanian di Papua, Kabupaten Merauke. “Kami akan mengintip tentang teknologinya, bibit unggulnya, dan lain-lain untuk menunjang produktivitas supaya naik,” tambahnya.

 

Pria kelahiran 4 April 1960 ini mengatakan alat dan mesin pertanian (alsintan) kabupaten Merauke sudah cukup banyak. Penggilingan, perorangan sudah banyak.  Tia/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162