Loading...

Sumur Irigasi Selamatkan Petani dari Kekeringan

09:18 WIB | Wednesday, 04-October-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Indarto

Kekeringan saat ini melanda di sejumlah daerah. Saat Tabloid Sinar Tani menyusuri perjalanan dari Kabupaten Purwodadi sampai Blora, Jawa Tengah tak ada tanaman padi. Sawah-sawah tampak gersang, kacang hijau yang ditanam petani daunnya mengering. Bahkan, jagung yang ditanam sejumlah petani sebagian tampak kerdil, karena kekurangan air.

 

Sejumlah petani di Blora mengalami dampak keringan sejak Juli lalu. “Mulai Juli lalu sudah jarang sekali turun hujan. Padahal, kami sangat tergantung dengan hujan karena di sini belum ada sarana irigasi,” ujar Priyanto, salah satu petani asal Blora.

 

Meski sawah seluas 0,5 ha yang dimilikinya berupa sawah tadah hujan, Priyanto masih beruntung karena musim kemarau ini masih bisa tanam jagung. Agustus lalu, dia menanam jagung yang benihnya tahan kekeringan. Priyanto dan petani lainnya yang bernaung di bawah Poktan Mamur Jaya juga beruntung masih bisa tanam jagung karena mendapat bantuan sumur irigasi dari salah satu perusahaan benih jagung

 

“Sumur sedalam 9 meter yang dibangun ini sangat membantu kami untuk “ngoncori” tanaman jagung. Kita gunakan timba untuk “ngoncori” tanaman jagung. Dengan adanya sumur irigasi ini sangat membantu kami untuk tanam jagung,” kata Priyanto, di Blora, pekan lalu.

 

Boyolali Tanam

 

Jika di sejumlah daerah lainnya mengalami kekeringan, di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah justru masih bisa tanam padi secara serempak pada musim kemarau ini. Tanam padi serempak itu sudah dimulai di Kecamatan Ngemplak, pekan lalu.

 

“Kami bersama Dandim setempat saat ini melakukan pencanangan tanam padi serempak di lahan seluas 150 ha, selama 10 hari ke depan. Kita tanamnya juga pakai rice transplanter sehinga lebih efektif dan efisien,” kata Kepala Dinas Pertanian Boyolali, Bambang Jiyanto.

 

Menurut Bambang, tanam padi serempak yang dilakukan di musim kemarau ini karena masih ada air dari irigasi Waduk Cengklik yang dalirkan ke wilayah Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) di beberapa desa di Kecamatan Ngemplak, Sambi, dan Nogosari. “Jadi di kawasan GP3A itu tak terpengaruh dengan adanya musim kemarau,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162