Loading...

Suparno, Dari Hobi ke Bisnis Tanaman Langka

09:41 WIB | Tuesday, 09-May-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Indarto

Banyak cara agar  petani bisa sukses menekuni usahanya.  Seperti yang dilakukan salah satu petani asal Desa Kadirejo, Kec. Pabelan, Kabupaten Semarang, Suparno. sukses berkat usaha pembenihan tanaman perkebunan dan tanaman langka.

 

Meski usaha yang ditekuni Suparno bersifat hobi, tapi usaha pembenihan ini sudah berjalan selama tiga tahun. Pembenihan yang dia lakukan masih terbatas pada tanaman alpokat, matao, dan kepal (semacam sawo tapi buahnya di batang,red).

 

“Sedangkan tanaman langka yang saya benihkan di antaranya pohon langka seperti beringin (non preh),” kata Suparno, di sela acara Penas XV Petani dan Nelayan, di Aceh, Senin (8/5).

 

Suparno mengatakan, dirinya juga melakukan pengadaan dan tanaman langka, lainnya seperti pohon asem (enau) dan beberapa jenis beringin. Namun, kedua jenis tanaman langka ini memang masih susah dibenihkan. “Bisa tapi belum banyak hasilnya,” ujarnya.

 

Dia mengakui, peminat tanaman langka dan tanaman perkebunan ini juga belum banyak dan pembelinya masih terbatas. Satu hari menurutnya, paling banyak 1-2 pohon yang laku dijual. Harganya pun hanya Rp 50 ribu-Rp 100 ribu/pohon.

 

Menurut Supano, tinggi pohon yang dijual rata-rata  30 Cm. Umumnya, pembeli yang datang ke kebunnya, mencari tanaman perkebunan atau tanaman langka khusus dikoleksi sendiri di rumahnya. “Jadi sifatnya hanya sebagai hobi. Bukan untuk dikembangkan lagi untuk produksi,” paparnya.

 

Tapi, dia melihat ke depan akan banyak masyarakat yang menyukai budidaya tanaman langka dan perkebunan. “Selain indah, tanaman tersebut juga bisa dimanfaatkan buahnya,” katanya.

 

Usaha pembibitan tanaman perkebunan dan tanaman langka tersebut, menurut Suparno dilakukan bersama teman-temannya di Desa Telomaan, Kecamatan Tuntang, Jawa Tengah. Menurutnya, pembibitan tanaman perkebunan dan tanaman langka bukan persoalan mudah. Sebab, sebelum dilakukan pembibitan harus dicari dahulu tanaman aslinya.

 

Untuk mencari tanaman yang asli (induknya) dilakukan sampai ke sejumlah daerah. Seperi pohon beringin ada beberapa jenis Tiap daerah juga punya pohon beringin yang khas akan daerahnya, seperti beringin sungsang. Ada juga pohon beringin yang mirip bonsai. “Kuncinya untuk melakukan usaha ini harus rajin dan sabar. Tanpa kesabaran, tak akan bisa menjalankan usaha tersebut,” ujarnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162