Loading...

Suriname dan Guyana Tertarik Belajar IB ke Indonesia

12:25 WIB | Tuesday, 05-June-2018 | Ternak | Penulis : Ika Rahayu

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono mendampingi Duta Besar RI untuk Suriname, Dominicus Pratikto (berbaju batik)

 

Keberhasilan Indonesia dalam teknologi inseminasi buatan (IB) ternyata mampu menarik negara lainnya untuk belajar teknik perbanyakan bibit sapi ini. Dua negara di Afrika, Suriname dan Guyana bahkan sampai datang langsung ke Indonesia.

 

Dengan didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriname, Dominicus Supratikto, sebanyak 13 Delegasi dari Suriname dan Guyana melakukan “Business Trip Program” ke Indonesia untuk mengetahui tentang perkembangan pembibitan ternak sapi, terutama aplikasi teknologi Inseminasi Buatan (IB). Delegasi ini disambut dengan baik oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sugiono di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (4/6).

 

Sugiono menuturkan teknologi inseminasi buatan telah berkembang dengan baik di Indonesia dan penggunaannya tidak hanya untuk mempromosikan ternak tetapi juga sebagai alat untuk konservasi genetik ternak.

 

Pada saat ini IB merupakan ujung tombak untuk keberhasilan Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB)  yang merupakan  fokus kegiatan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pada   2017-2019 sebagaimana program tersebut dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.

 

“Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang serta mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat,” kata Sugiono.

 

Kementerian Pertanian memiliki 2 (Dua) Balai yang bertugas memproduksi semen beku yakni Balai Balai  Inseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang dibawah koordinasi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Untuk menunjang keberhasilan UPSUS SIWAB tersebut kedua Balai ini harus dapat memastikan ketersediaan semen beku yang diperlukan di seluruh wilayah Republik Indonesia.

 

Keunggulan lain dari kedua Balai Inseminasi Buatan tersebut yakni telah mempu memproduksi semen beku sexing. Artinya bahwa ternak-ternak kelahiran IB dapat diprediksi komposisi jantan dan betinanya. Sejak tahun 2007 telah mampu melakukan ekspor semen beku ke beberapa Negara seperti Malaysia, Kamboja, Myanmar, Timor Leste and Kyrgyzstan. 

 

Sugiono juga menyebutkan, bahwa BBIB Singosari juga telah diakui dunia Internasional dan dipercaya dalam menyelenggarakan pelatihan IB ternak sapi melalui program kerja sama didukung dana bantuan dari Asian Development Bank, Kerja Sama Selatan-Selatan dan pelatihan di dalam negeri lainnya. 

 

“Besok Saudara-Saudaraku sekalian dari Suriname dan Guyana dapat  berkunjung ke BBIB Singosari dan akan melihat sendiri bagaimana kami mengembangkan teknologi IB pada ternak sapi,” kata Sugiono. (ika/gsh)

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162