Loading...

Tak Ada Rencana Impor Daging Ayam dari Brazil

12:00 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Komoditi, Ternak | Penulis : Clara Agustin

Sejauh ini tidak ada keinginan pemerintah untuk mengimpor daging ayam dari Brazil, mengingat produksi daging ayam di dalam negeri sudah melebihi kebutuhan di masyarakat.

 

“Isu yang mengatakan bahwa Indonesia telah menyepakati impor daging ayam dari Brazil tidak benar. Saat ini produksi kita sudah berlebih bahkan sudah eskpor,” Tegas Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan, I Ketut Diarmita dalam jumpa pers, di kantornya, Selasa (8/5).

 

Ketut menjelaskan, pada tanggal 12 Februari 2018 memang benar telah dilakukan pertemuan antara Menteri Pertanian dengan Tim Kementerian Pertanian Brazil. Pertemuan tersebut untuk membicarakan peluang peningkatan hubungan bilateral khususnya di sektor pertanian dan peternakan melalui kerangka kerja sama Kemitraan Strategis RI-Brazil.

 

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain Indonesia menyetujui masuknya daging sapi asal Brazil ke Indonesia, dan bukan daging ayam. Selain itu, akan ada kerja sama peningkatan SDM Peternakan dan Kesehatan Hewan dan mendorong pelaku usaha di Brazil untuk melakukan investasi breeding farm dan usaha peternakan sapi di Indonesia.

 

Meski pemasukan daging sapi asal Brazil telah disepakati, tetapi menurut Dirjen PKH akan dikaji lagi apakah layak masuk Indonesia atau tidak. Karena Indonesia memiliki persyaratan/ketentuan teknis terkait dengan kesehatan hewan dan keamanan pangan serta kehalalan terhadap produk yang akan masuk ke Indonesia.

 

Produk daging apapun baik daging unggas maupun sapi syaratnya harus bebas penyakit dan halal. “Sekarang ini tim kami sedang mengkaji apakah layak daging sapi asal Brazil masuk ke Indonesia,” jelas Ketut.

 

Diakuinya Indonesia belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan akan daging sapi, sehingga sebagian dilakukan dengan cara impor. Kegiatan impor daging dilakukan dari 4 negara yakni Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat dan Spanyol. Ke empat negara ini mampu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Indonesia.

 

Untuk saat ini ketersediaan sapi siap potong (sapi bakalan) sebanyak 165.228 ekor setara 31.491 ton daging, stok daging sapi impor di gudang 12.531 ton, dan stok daging kerbau di gudang Bulog 3.948 ton. Ini belum dihitung daging kerbau yang akan datang sebanyak 50 ribu ton dan daging sapi lokal.

 

Apabila dikalkulasikan dengan kebutuhan di bulan Mei dan Juni sekitar 116 ribu ton karena memasuki bulan Ramadhan dan Idul Fitri, diperhitungkan terjadi surplus sekitar 7 ribu ton untuk daging sapi dan kerbau. “Jadi dapat saya katakan stok daging sapi dan kerbau kita aman,” tutur Dirjen PKH. Cla/Ira

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162