Loading...

Tanam Bawang Putih?, Benih Lokal atau Impor Sama-Sama Cocok

15:58 WIB | Friday, 08-June-2018 | Hortikultura | Penulis : Kontributor

Benih Bawang Putih Impor dan Lokal sama-sama cocok

Bertanam bawang putih sekarang tidak perlu risau akan benih. Mau pakai benih lokal atau benih impor asal Taiwan, keduanya sudah terbukti cocok di tanam di lahan Indonesia. Yuk Mulai bertanam bawang putih !

 

 "Petani dan para importir tidak perlu cemas atau ragu untuk menanam bawang putih, karena benih dari hasil panen saat ini sudah terbukti mampu tumbuh, berumbi dan menghasilkan" ungkap Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto dalam kunjungan lahan budidaya bawang putih (baput) Kecamatan Parakan, Bansari dan Kledung Kabupaten Temanggung sekaligus meninjau gudang penyimpanan calon benih, Kamis (7/6)

 

Prihasto datang dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Temanggung H. Masrik Amin Zuhdi, Kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian Jawa Tengah Hesti Utami, petani dan pelaku usaha setempat. Dirinya mengaku senang dengan hasil panen bawang putih di Temanggung dan Magelang.

 

"Melihat hasil panen yang melimpah, ditambah lagi dengan bawang putih (Great Black Leaf) GBL asal Taiwan yang terbukti bisa menghasilkan, kami berharap penanaman bawang putih pada tahun 2018 bisa lebih luas dan massif,"ungkap Prihasto.

 

Untuk diketahui, petani Magelang dan Temanggung memang menggunakan benih lokal ( Lumbu Hijau, Lumbu Kuning, Tawangmangu Baru dan Sangga Sembalun) dan benih impor asal Taiwan (Great Black Leaf). Khusus untuk benih impor, produktivitas rata-rata mencapai 10 ton per hektar. Keduanya  banyak disimpan petani dan penangkar untuk dijadikan benih pada musim tanam berikutnya.

 

"Setidaknya tersedia calon benih bawang putih sebanyak 4.500 ton lebih yang tersebar di beberapa gudang penangkar dan rumah petani se Kabupaten Temanggung. Kebutuhan lokal sendiri sekitar 2.000 ton sehingga kami surplus benih", papar Masrik Amin. 

 

Calon benih tersebut merupakan sebagian hasil panen periode tanam November 2017 - Januari 2018 lalu yang mencapa luasani 1.500 hektar lebih. Saat ditanyakan harga benih, Masrik menjelaskan saat ini sudah tidak setinggi tahun lalu. "Harga pasaran benih di Temanggung saat ini antara Rp 45.000 - Rp 50.000 untuk kering 3 bulan, dan Rp 55.000 per kilogram untuk kering 5 bulan dan siap tanam. Harga calon benih kondisi kering 15 hari dijual Rp 35.000 per kg", ujarnya. Sampai saat ini benih maupun calon benih dari Temanggung sudah banyak dikirim ke Tegal, Solok, Sulsel, Malang, Bandung dan Mataram NTB.

 

Ayo bertanam

Hingga sekarang, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional masih sangat tinggi. "Untuk kebutuhan konsumsi langsung saja, sekurang-kurangnya kita butuh 550 ribu ton setahun. Belum lagi permintaan industri, hotel restoran katering (horeka) dan benih yang bisa mencapai 30 ribu ton per tahun,"papar Anton, sapaan akrab Prihasto.

 

Kementerian Pertanian terus mendorong petani dan pelaku usaha untuk menanam bawang putih lebih luas pada tahun ini. Melalui dana APBN 2018, Kementerian Pertanian mengalokasikan bantuan pengembangan kawasan  bawang putih seluas 6.100 hektar lebih dalam bentuk bantuan benih, pupuk dan sarana produksi pendukung lainnya. 

 

Direktorat Jenderal Hortikultura memfasilitasi para importir bawang putih bermitra dengan kelompoktani binaan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota untuk kerjasama penanaman bawang putih di dalam negeri. Tahun ini diperkirakan 7.400 hektar penanaman bawang putih akan ditanam oleh importir bekerjasama dengan kelompoktani sebagai wujud komitmen wajib tanam dan wajib menghasilkan bawang putih di dalam negeri.

 

"Silakan petani atau teman-teman importir menanam. Benih insyaAlllah tersedia, baik lokal maupun impor Taiwan. Jika masih kurang bisa impor dari India, Mesir atau Yunnan China Selatan. Kami tidak menyarankan menggunakan benih asal China bagian utara karena kemungkinan besar tidak bisa berumbi pada kondisi iklim di Indonesia," ujar Prihasto

 

 

Pengembangan bawang putih secara masif ini melibatkan pendanaan APBN, swadaya petani, wajib tanam pelaku usaha dan dukungan investor, guna mewujudkan swasembada 2021 sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman,

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162