Loading...

Tantangan HET Beras

14:30 WIB | Monday, 11-September-2017 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Presiden Jokowi tampaknya memberi perhatian sangat serius pada kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras. Dua hari berturut-turut presiden menggelar rapat khusus dengan wakil presiden, menteri pertanian, dan menteri perdagangan untuk mematangkan kebijakan HET beras yang mulai berlaku tanggal 1 September 2017. Presiden tampaknya tidak mau kecolongan pasca penetapan HET, terutama berkaitan dengan penyimpangan harga beras.

 

Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan sanksi terhadap para pelaku penyimpangan dan pelanggaran HET beras. Salah satu sanksi terberat yang telah disiapkan adalah pencabutan izin usaha bagi pengusaha yang melanggar ketentuan harga beras.

 

Kemungkinan terjadinya penyimpangan harga memang menjadi salah satu kekhawatiran pelaksanaan kebijakan ini. Perbedaan harga yang cukup tinggi antar daerah, serta perbedaan harga antar kualitas beras memang bisa mengundang pedagang nakal untuk memainkan harga. Seperti sudah menjadi hukum ekonomi, ketika ada disparitas harga untuk produk yang sama maka bisa dipastikan akan memunculkan peluang permainan harga oleh oknum-oknum nakal.

 

Kasus gas tabung ‘melon’ bersubsidi dan gas tabung non subsidi yang kemudian ‘dioplos’ bisa menjadi salah satu bukti munculnya permainan kotor di bisnis yang ‘diatur’ pemerintah. Oleh karena itu, pengawasan ketat perlu dilakukan pemerintah bila ingin kebijakan HET beras dapat terwujud sesuai target sasaran.

 

Tantangan lain yang harus dihadapi adalah resiko kerugian yang harus diterima petani produsen padi sebagai akibat penerapan kebijakan ini. Keluhan dan penolakan petani terhadap kebijakan HET beras beberapa waktu terakhir ini bisa menjadi indikasi bahwa kebijakan ini tidak terlalu berpihak pada petani. Bagaimana mungkin petani bisa mendapat harga yang tinggi dan menguntungkan kalau harga jual beras sudah ‘dikunci’ pemerintah dengan HET.

 

Artinya, kebijakan ini memang lebih fokus pada kepentingan konsumen dan stabilitas harga beras secara nasional dibandingkan perlindungan terhadap kepentingan petani. Bukan tidak mungkin, penetapan HET justru akan semakin menekan petani karena harga padi/beras di tingkat petani semakin ditekan oleh pedagang agar harga jualnya bisa menjangkau HET yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162