Loading...

Target LTT Tertinggal Se-Jabar, Kementan Sidak Petani Cirebon

21:06 WIB | Wednesday, 23-May-2018 | Nusantara | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Penanggungjawab UPSUS Jabar, Banun Harpini sidak langsung petani Cirebon

Guna mengejar produksi, peningkatan luas tambah tanam (LTT) jadi andalan di setiap provinsi sentra. Tak terkecuali Provinsi Jawa Barat. Sayangnya dari keseluruhan sentra produksi, Cirebon masih tergolong tertinggal jauh dibandingkan yang lainnya. Kementerian Pertanian melalui Penanggung Jawab Upsus Provinsi Jawa Barat pun turun tangan lakukan sidak untuk mencari tahu penyebabnya.

 

Rabu siang itu (23/5), Ketua Kelompok Tani Carik II, Desa Suryanenggala, Kecamatan  Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Rasyidin tidak pernah menyangka akan disambangi oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) selaku Ketua Penanggungjawab Tim Upaya Khusus Swasembada (UPSUS) Provinsi Jawa Barat, Banun Harpini ketika tengah bekerja di sawah bersama kelompoknya.

 

Banun yang saat inspeksi mendadak (sidak) didampingi oleh Babinsa TNI AD mengaku sengaja turun ke lapangan melihat dan mendengarkan secara langsung alasan rendahnya realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Cirebon dibandingkan kabupaten lainnya di Jawa Barat, khususnya di periode Mei 2018. "Dari target 11 ribu ha, baru tercapai 4.900 ha, padahal Mei tinggal tersisa beberapa hari saja. Perlu dicarikan solusi bersama, agar ketertinggalan ini dapat dikejar agar target panen pada masa tanam pada April – September 2018 dapat tercapai,” jelas Banun.

 

LTT, menurut Banun sangat penting bagi masa depan karena secara tidak langsung akan berkaitan dengan pasokan pangan khusus beras kedepan. "Jadi soal luas tambah tanam untuk menjamin pasokan adalah langkah awal yang penting,” tambahnya.

 

Dari data di lapangan, dijelaskan bahwa Kabupaten Cirebon pada 2017 dilanda hama wereng sehingga tidak dapat mencapai target seperti tahun sebelumnya. Namun dengan kerjasama yang baik dari seluruh jajaran tim UPSUS di Kabupaten Cirebon, hama ini dapat dikendalikan. "Wowor sudah dapat kita atasi, saatnya memacu kembali semangat petani untuk mengejar target luas tambah tanam,” tukasnya.

 

Begitupula dengan infrastruktur dan alsintan yang sudah tidak memiliki masalah yang berarti karena beragam program bantuan sudah digelontorkan Kementerian Pertanian. "Masalah air, alat dan mesin pertanian, pupuk dan benih menjadi perhatian Kementan agar petani dapat terus menanam dengan jadwal yang ditentukan dan pasokan beras terjaga,” pungkasnya.  (tia/gsh)

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162