Loading...

Tata Kelola Karantina Dalam Mendukung Keamanan Pangan dan Penurunan Dwelling Time

11:48 WIB | Monday, 10-July-2017 | Non Komoditi, Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Badan Karantina Pertanian menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Tata Kelola Karantina Dalam Mendukung Keamanan Pangan dan Penurunan Dwelling Time" di Gajah Mada University Club, Yogyakarta, Jumat (7/7).

 

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini menyampaikan bahwa Karantina berkomitmen menyediakan pangan yang aman dan bebas bahaya. 52 UPT Karantina se-Indonesia, dengan 3723 pegawai yang bertugas menjaga 394 tempat pemasukan dan pengeluaran sedia menjaga Indonesia dari berbagai ancaman seperti penyakit, keamanan pangan, perdagangan illegal flora dan fauna serta bioterorisme.

 

Barantan mempunyai tugas pokok menyelenggarakan perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati. Misi Barantan yakni melindungi kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK); mendukung terwujudnya keamanan pangan; memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar komoditas pertanian; memperkuat kemitraan perkarantinaan; meningkatkan citra dan kualitas layanan publik.

 

Barantan menjaga Indonesia dari ancaman kemandirian pangan. Adapun ancaman kemandirian pangan terdiri dari Ancaman penyakit, 121 jenis HPHK dan 800 jenis OPT. Kedua, ancaman keamanan pangan seperti mikroba (bakteri, kapang, khamir, protozoa, virus); bahaya fisik (kerikil, potongan logam, paku, isi stapler); kontaminan kimia (residu pestisida, residu obat hewan, logam berat, aflaktosin). Pangan yang aman adalah yang bebas bahaya.

 

Ketiga, ancaman perdagangan ilegal fauna dan flora, seperti potensi keanekaragaman hayati Indonesia ; tumbuhan berbunga 27.500 jenis, mamalia 515 jenis (12% dunia), burung 1.539 jenis (17% dunia), reptil dan amphibi 781 jenis. Keempat, ancaman bioterorisme, seperti kuman antrax, sapi gila, flu burung, juga dari ancaman spora penyakit rapuh daun karet SALB, virus penyakit kuning lethal yellowing pada kelapa sawit.

 

Karantina memiliki 52 Unit Pelaksana Teknis (UPT) tersebut, 42 di antaranya telah memiliki ISO 17025. Selain itu Karantina juga memiliki 393 orang PPNS, 253 orang intelijen dan 127 orang polisi khusus.

 

Lima pelabuhan utama adalah Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, Belawan dan Makassar. Kelima pelabuhan tersebut memiliki Manfaat Tempat Pemeriksaan Karantina (TPK) atau tempat pemeriksaan karantina.

 

Manfaat TPK antara lain komoditas tingkat resiko rendah dan sedang selesai di pelabuhan, pelayanan lebih efisien karena seluruh komoditas terkonsolidasi di satu tempat, Service Level Agreement (SLA) atau jangka waktu layanan seluruh entitas pelabuhan terukur, adanya kepastian waktu dan efisiensi biaya bagi pelaku usaha, resiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan, serta menurunkan dwelling time. Tia

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162