Loading...

Tekan Angka Kemiskinan, Kementan Sinergikan Program Bekerja dengan Kementerian Lain

13:35 WIB | Wednesday, 08-August-2018 | Nasional | Penulis : Indarto

Kementerian Pertanian (Kementan) sinergikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dengan Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), badan usaha milik negara (BUMN), bupati, gubernur dan kementerian lainnya (Dok. Indarto)

Kementerian Pertanian (Kementan) sinergikan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) dengan Kementerian Sosial, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), badan usaha milik negara (BUMN), bupati, gubernur dan kementerian lainnya. Sinergitas tersebut diharapkan bisa menekan angka kemiskinan pada tahun 2019 kurang dari 10%.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengemukakan Kementan  sudah melakukan kunjungan lapangan dan mengaplikasi program Bekerja di sejumlah daerah untuk melepaskan masyarakat desa dari jerat kemiskinan.

 

"Kategori rumah tangga miskin (RTM) yang kami beri bantuan adalah mereka yang pendapatannya Rp 1,4 juta.  RTM ini dalam jangka pendek diberi bantuan ayam kampung unggulan sebanyak 50 ekor/RTM," kata Menteri Andi Amran Sulaiman, usai membuka Rakor BEKERJA di Surabaya (7/8).

 

Menteri Amran juga mengatakan, ayam kampung unggulan sebanyak 50 ekor/RTM beserta kandang,pakan dan pendampingan dalam kurun waktu 6 bulan sudah bisa bertelur. Ayam kampung unggulan ini mampu bertelur tiap hari. Sehingga ayam tersebut bisa bertelur 50 butir per harinya.

 

"Kalau harga telurnya Rp 2.000/butir, dalam satu bulan setiap RTM bisa mendapat penghasilan Rp 3 juta. Sehingga, dalam jangka pendek, 6 bulan mereka sudah terbebas dari kemiskinan," papar Amran.

 

Dalam jangka menengah, Kementan juga memberi bantuan tanaman sayuran, buah-buahan dan perkebunan kepada 200 ribu  RTM yang tersebar di 10 provinsi.  "Dalam jangka panjang kami akan membuat klaster. Misalnya dalam 1 kabupaten, seperti di Indramayu RTM nya untuk tanam mangga gedong gincu," ujarnya.

 

Menurut Amran, mangga gedong gincu tersebut ditanam di lahan 1.000 ha. Sehingga, untuk membentuk klaster itu perlu 25 RTM dan setiap RTM bisa tanam 5 batang pohon mangga. "Nantinya di daerah tersebut akan berdiri industri yang siap mengolah mangga petani yang sudah mulai berbuah. Jadi, Bekerja ini solusi permanen yang bisa melepaskan masyarakat desa dari jerat kemiskinan," papar Amran.

 

Lebih lanjut, Menteri Amran mengatakan, Kementan sudah mengaplikasi Bekerja di sejumlah daerah dan hasilnya cukup bagus. Seperti di Kab. Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) yang semula angka kemiskinannya sebesar 39% saat ini sudah turun menjadi 8,6%.

 

Menurut Amran, berdasarkan data  BPS,total penduduk miskin per Maret 2018 sudah turun satu digit, yaitu sebesar  9,82 %(25,95 juta orang) dibanding pada  September 2017 sebesar 10,12% (26,58 juta orang). Dari jumlah masyarakat miskin tersebut sebanyak 15,81 juta orang (61%) berada di pedesaan dan 10,12 juta orang (39%) di perkotaan. Bahkan dari RTM di perdesaaan, sekitar 65% yang bergerak di sektor pertanian. (idt)

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162