Loading...

Teknologi IB

14:09 WIB | Tuesday, 18-April-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Kita akan terus mendorong tercapainya swasembada protein hewani. Terkait hal ini, saya berupaya mendukung setiap daerah dalam mengembangkan potensi ternak lokal secara terpadu.

 

Ingat, target kita tidak lagi hanya mewujudkan swasembada daging sapi saja, tetapi swasembada protein hewani. Saya harap semua pihak untuk lebih berperan aktif mendorong pengembangan potensi ternak lokal terpadu di masing-masing daerah yang berbasis aplikasi teknologi dalam mendukung diversifikasi kebutuhan protein hewani.

 

Alhamdulillah, secara umum, sumber protein hewani asal ternak di Indonesia telah mengalami diversifikasi, sehingga tidak tergantung pada satu jenis sumber protein. Hal ini dapat dilihat dari data partisipasi konsumsi pangan hewani masyarakat Indonesia periode 2011-2014, terlihat partisipasi masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi protein sudah semakin meningkat.

 

Partisipasi konsumsi masyarakat untuk kelompok pangan hewani asal ternak pada tahun 2014 terhadap komoditas daging sapi sekitar 23%, daging unggas 48,75% dan telur sekitar mencapai 83%.

 

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam penerapan teknologi tepat guna yang menjadi pilihan utama untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi adalah melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB).

 

Program IB ini untuk menyebarkan bibit unggul dengan biaya yang murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak karena adanya kelahiran pedet nantinya.

 

Hal ini sesuai dengan fokus kegiatan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional tahun 2017, yaitu Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) yang merupakan suatu kegiatan terintegrasi dalam rangka percepatan pencapaian target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak.

 

Tujuan dilakukan IB adalah untuk memperbaiki mutu genetika ternak, bahkan tidak mengharuskan pejantan unggul dibawa ke tempat yang dibutuhkan sehingga dapat mengurangi biaya. Tujuan lainnya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam waktu lebih lama, meningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur, serta untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162