Loading...

Tepung Jagung Aman Diekspor Dengan Kelengkapan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan

22:44 WIB | Monday, 21-May-2018 | Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Pemeriksaan yang cermat agar komoditi ekspor Indonesia diminati pasar luar negeri

Indonesia nyatanya tak hanya mampu mengekspor jagung dalam bentuk pipilan kering, salah satu olahan jagung lainnya seperti tepung jagung ternyata juga diminati oleh pasar luar negeri. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 9 ribu ton tepung ini sudah diekspor ke berbagai negara. Bahkan dinilai aman konsumsi karena diekspor dengan kelengkapan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan ( Phytosanitary certificate).

 

Data ini berdasarkan data Indonesia Quarantina Full Automation System (IQFAST) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.  “Dari data sistem inhouse database karantina Cilegon, terpantau ribuan ton atau tepatnya 9.329 ton tepung jagung telah dijamin kesehatan dan keamanannya sebelum diekspor oleh Karantina Cilegon,” jelas Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Cilegon, Raden Nurcahyo, Minggu (20/5).

 

Adapun negara tujuan ekspor dari tepung yang lebih dikenal dengan nama tepung maizena ini adalah Filipina yang mencapai 6.365 ton, menyusul Malaysia di urutan kedua sebanyak 2337 ton, diikuti Vietnam 627 ton. Hal ini disampaikan Raden sesaat sebelum melakukan pendampingan pada petugas Karantina yang memeriksa media pembawa ekspor tepung jagung di Karantina Pertanian Kelas II Cilegon.

 

Setelah diperiksa petugas karantina, sebanyak 17 peti kemas bermuatan penuh tepung jagung milik PT Tereos FKS Indonesia siap diekspor. Peti kemas yang dimaksud berukuran 20 feet dengan berat total muatan 190 ton. Rencananya petikemas tersebut diangkut dengan Kapal Laut Olivia 0766-012A dan akan berlabuh di pelabuhan Cebu, Filipina.

 

 

Raden menambahkan PT Tereos FKS Indonesia merupakan satu dari sekian banyak eksportir tepung jagung dari Indonesia dan sudah rutin melakukan ekspor. “Hampir setiap hari petugas karantina melakukan pemeriksaan terhadap media pembawa tepung jagung maupun produk turunan jagung lainnya diperusahaan ini,” jelasnya.

 

Sementara itu, Andi selaku Petugas Karantina menyatakan pemeriksaan meliputi kegiatan pengambilan contoh untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan secara visual dan pemeriksaan fisik barang, dalam hal ini memeriksa pada setiap kemasan. Alat angkut berupa peti kemas juga tak luput diperiksa oleh petugas, terhadap kesesuaian nomor dan kelayakan fisiknya. ‘’Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa tepung jagung yang akan diekspor bebas dari serangga hidup dan tidak terkontaminasi saat di perjalanan,’’ jelas Andi.

 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pelayanan sekaligus memfasilitasi ekspor produk pertanian dengan memperhatikan kesehatan maupun keamanan pangan dari komoditi. Karenanya, jajaran Badan Karantina Pertanian, Kementan terus melakukan upaya kebijakan dengan bukti menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan atau Phytosanitary Certificate, tambah Raden. (TIA/gsh)

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162