Loading...

Toko Baitul Pangan, Belanja Hemat sambil Ibadah

14:45 WIB | Monday, 12-June-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Julianto

Gejolak harga produk pangan kerap membuat masyarakat resah. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengendalikan harga, seperti operasi pasar dan pasar murah. Bahkan Kementerian Pertanian mengembangkan Toko Tani Indonesia (TTI).

 

Sementara Perum Bulog mengajak masyarakat menjadi sahabat Rumah Pangan Kita (RPK). Yang terbaru dari Bulog adalah menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) membuat Toko Baitul Pangan (Tobatan).

 

Kepala Divisi Penjualan Perum Bulog, Suharto Djabar berharap dengan kerjasama dengan DMI, bukan hanya membantu masyarakat menyediakan pangan murah, tapi juga membantu umat dan negara dalam menjaga stabilisasi pangan. Sebab,  harga produk pangan yang dijual di Tobatan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

 

“Harga di Tobatan sama dengan Bulog, tidak dinaikkan. Jadi harganya standar Bulog. Nantinya pembeli hanya dihimbau untuk memberikan infaq secara sukarela,” katanya saat peluncuruan Tobatan di Masjid Nurul Haq, di Jalan Asem Bari Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Mingggu (11/6).

 

Sedangkan harga produk pangan di RPK, pengelola bisa mendapatkan selisih marjin harga sebagai keuntungan. Contohnya, harga daging di Tobatan dijual Rp 68 ribu/kg. Sedangkan RPK, pengelola bisa menjual sampai harga Rp 80 ribu/kg. Begitu juga harga gula, di Tobatan hanya Rp 11.900/kg, sedangkan di RPK Rp 12.500/kg.

 

Suharto menilai, Tobatan ini mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, harga beli dari Bulog sama dengan harga jual ke konsumen. Kedua, tidak mencari laba, melainkan infaq dari pembeli. Ketiga, Tobatan menjadi sarana pemberdayaan umat dan ikut dalam program stabilisasi pangan. "Meningkatnya amal jariyah umat, untuk secara ikhlas menginfaqkan sebagian rezei untuk kegiatan pemberdayaan umat melalu masjid," katanya.

 

Dengan jaringan DMI cukup luas yang mencapai 800 ribu masjid, Suharto juga berharap, jumlah Tobatan makin banyak, sehingga upaya stabilisasi pangan akan lebih mudah. Bagi pengurus masjid yang ingin membuat Tobatan, syaratnya hanya menjadi anggota DMI dan kesiapan masing-masing pengelolanya. “Saat ini baru dua lokasi yang kita buka yakni di Masjid Al Muawanah, Pesanggrahan, Ulujami dan Masjid Nurul Haq, Tebet,” katanya.

 

Sementara itu Pengurus DKM Nurul Haq, Abdul Syukur mengatakan, Tobatan yang ada di Masjid Nurul Haq adalah milik bersama (umat), bukan milik DKM. Pihaknya hanya mengelola toko. “Dengan adanya Tobatan, kita bisa membantu menstabilkan dan menurunkan harga pangan ketika terjadi gejolak harga,” katanya.

 

Karena itu Syukur berharap, masyarakat menyebarkan Tobatan ini. Selain harganya lebih murah dibandingkan di pasar, belanja di Tobatan kita bisa sedekah dan beribadah. "Mari kita viralkan Tobatan,” ujarnya. Yul

 

 

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162