Loading...

Topang Cetak Sawah Dengan Jaringan Irigasi

11:39 WIB | Wednesday, 11-July-2018 | Sarana & Prasarana, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Agar langsung bisa ditanami oleh kelompok tani, dipersyaratkan lokasi cetak sawah juga harus dekat dengan sumber air atau jaringan irigasi. Seperti yang terjadi di Kabupaten Mukomuko Bengkulu yang telah menerima bantuan seluas 400 ha untuk cetak sawah.

 

Lahan yang sebelumnya merupakan kebun sawit tidak produktif, disulap menjadi sawah beririgasi teknis setelah selesai melakukan Survei Investigasi Desain (SID). Adanya jaringan irigasi dekat lokasi cetak sawah, semakin mempermudah proses pertanaman di sana.

 

Begitu pula yang terjadi di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Lahan rawa seluas 750 ha telah ditopang dengan jaringan irigasi sepanjang 12,5 kilometer. Panjangnya jaringan irigasi tersebut terbagi menjadi beberapa tempat yaitu handil I dengan panjang irigasi 4 kilometer, handil II sepanjang 3 kilometer, handil II dengan panjang 3 kilometer, serta handil gantung sepanjang 2,5 kilometer. Masing-masing jaringan irigasi tersebut disangga dengan tinggi 1,5 meter dan lebar 10 meter.

 

Kerjasama PUPR

 

Pembuatan jaringan irigasi di daerah tidak selamanya dilakukan sendiri oleh Kementerian Pertanian. Ada beberapa daerah yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembuatan jaringan irigasi primer.

 

Seperti yang terjadi Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Irigasi Batanghari bisa mengairi sawah hingga 18.936 ha dan diprioritaskan untuk mengairi lahan hasil cetak sawah baru yang merupakan peralihan dari kebun sawit yang tidak produktif.

 

“Berapapun luasnya yang siap dijadikan sawah, kita kerjakan,” tegas Menteri PUPR, Ir. Mochamad Basoeki Hadimuljono.

 

Hingga saat ini sawah yang bisa diairi Irigasi Batanghari baru 6.500-an ha. Sehingga masih banyak lahan sawah yang bisa dialiri dari Irigasi Batanghari, tanpa perlu membuat jaringan irigasi baru di sana.

 

Tak hanya di Dharmasraya, pembuatan maupun perbaikan jaringan irigasi sebagai sumber air lokasi cetak sawah juga dilakukan di Gorontalo dengan mempercepat pembangunan Irigasi Randangan. Sebelumnya, pembangunan bendung dan jaringan irigasi Randangan dijadwalkan selesai pada 2020. Namun, dengan langkah percepatan ditargetkan dapat rampung pada akhir 2018.

 

Manfaat dari bendung dan jaringan irigasi Randangan ini bisa segera dirasakan para petani. Lokasi proyek terletak 200 kilometer di sebelah barat kota Gorontalo, secara administratif berada pada dua Kecamatan yakni Kecamatan Randangan (8 desa) dan Kecamatan Patilanggio (3 desa) yang memiliki penduduk sebanyak 17.000 jiwa dengan mata pencaharian sebagian besar adalah petani.

 

Bendung dan saluran primer sudah rampung dan kini dalam penyelesaian akhir. Daerah Irigasi Randangan Kiri seluas 4.084 ha terdiri dari saluran induk sepanjang 6,7 km dan saluran sekunder sepanjang 22,5 km.

 

Sementara untuk Daerah Irigasi Randangan Kanan dengan luas 4.800 hektar terdiri dari saluran induk 7,6 km dan saluran sekunder sepanjang 25,4 km. "Saluran primernya (induk) sudah selesai, untuk saluran sekuder dan tersiernya agar segera dimulai dan bisa selesai tahun ini. Daerah Irigasi Randangan Kanan harus kita percepat pembangunannya. Saya minta 2018 seluruhnya selesai," tuturnya.

 

Bendung itu merupakan tipe bendung tetap dengan menggunakan material beton siklop dengan selimut beton memiliki lebar bentang sepanjang 150 meter serta tinggi mercu 2,5 meter. Gsh/Ira/Ditjen PSP

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162