Loading...

Tren Pasar Gula Kelapa Organik

14:07 WIB | Wednesday, 26-April-2017 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Gula kelapa Indonesia diminati warga Eropa. Pada pameran natural & Organic Products Europe (NOPE) 2017 yang digelar di London, Inggris, misalnya   transaksi gula kelapa Indonesia mencapai 2,35 juta dolar AS. Meningkatnya kesadaran masyarakat Inggris untuk hidup lebih sehat menjadi faktor pendorongnya.

 

Gula kelapa organik dari Indonesia itu banyak digunakan untuk  membuat   kue. Berdasarkan data ITC UN comtrade, Inggris menduduki peringkat keenam sebagai importer gula kelapa terbesar di dunia pada 2016, dengan nilai impor sebesar US $ 57,2 juta. Tren pertumbuhan impor rata-rata 2,6% per tahun selama periode 2012-2016.  

 

 Pertumbuhan ekspor gula kelapa Indonesia juga sangat positif.  Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor gula kelapa Indonesia ke Inggris pada 2016 mencapai US$ 657.800 atau naik 113,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi, gula kelapa asal Indonesia hanya mampu menguasai 1,4% di pasar Inggris, jauh lebih rendah dibandingkan dengan pangsa gula kelapa asal Thailand.

 

 Indonesia memiliki lahan tanaman kelapa sangat luas, mencapai 3,88 juta hektar (97% merupakan perkebunan rakyat), memproduksi kelapa 3,2 juta ton setara kopra. Hanya saja, produktivitas lahan kelapa Indonesia masih rendah dibandingkan dengan India dan Srilangka.

 

Permintaan produk-produk berbasis kelapa cenderung meningkat baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri. Ada banyak industri turunan kelapa yang dapat dikembangkan dengan melakukan diversifikasi produk olahan antara lain : oleo kimia, desiccated coconut, virgin oil, nata de coco, dan lain-lain. Produk dan turunan kelapa yang dihasilkan di Indonesia hanya belasan jenis, sedangkan di Philipina telah mencapai 100 jenis produk.    

 

Sayangnya pamor kebun kelapa di Indonesia meredup dengan berkembangnya kebun kelapa sawit. Meski kedua tanaman ini bisa diolah menjadi minyak goreng, namun produk turunan yang dihasilkannya sangatlah beda. Juga produk-produk yang bisa dihasilkan dari bagian tanaman dan limbahnya.

 

Tanaman kelapa memiliki prospek ekonomi tidak kalah  dibanding kelapa sawit. Apalagi bila pemerintah berhasil mengembangkan industri olahan kelapa. Bukan hanya bisa menambah devisa bagi negara, tetapi kesejahteraan petani kelapa akan terangkat.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162