Loading...

Untung Besar Selfie di Kebun Krisan Wonobodro

10:48 WIB | Wednesday, 21-June-2017 | Teknologi, Klinik Teknologi | Penulis : Kontributor

Seperti sebuah mukjizat yang turun dari langit, Ibu Tiah Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Makmur, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang Jawa Tengah tak pernah bermimpi untuk mendapat uang berlimpah dari bunga krisan yang ditanam oleh kelompoknya. Bukan penjualan bunga krisan potong yang memberi untung berlipat itu, tetapi keberadaan krisan yang berbunga indah di dalam green house nya menjadi tempat berfoto sangat cantik bagi anak remaja.

 

“Sekarang krisan ini digandrungi oleh anak muda sebagai tempat selfie” ujarnya. Melihat peluang itu, Tiah bersama dengan anggota kelompoknya nekat untuk menerapkan tarif masuk bagi pengunjung yang ingin berfoto di kebun krisan itu. Ternyata,”tak pernah kami bayangkan, kebun krisan ini telah berkembang menjadi objek wisata dan bisa menghasilkan uang. Pada tahun kemarin kelompok kami bisa mengatongi untung mencapai 34,5 juta sekali musim tanam” kata Tiah bersemangat.

 

Fakta di Kabupaten Batang ini jelas menunjukkan bahwa krisan bukan hanya bisa dijual langsung sebagai bunga potong, tetapi keberadaan bunga ini bisa menjadi objek wisata yang cukup menggiurkan.

 

Untuk melihat keberhasilan itu, Alhamdulillah pekan lalu Tim Jelajah Inovasi berhasil bertandang ke kabupaten itu. Penjelajahan kali ini bukan hanya untuk melihat fenomena ekonomi bunga krisan, tetapi sekaligus ingin mengetahui seberapa besar dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan tanaman hias disana.

 

Kendati dalam keadaan berpuasa, Penjelajahan ke Kabupaten ini cukup menyenangkan.  Tim jelajah yang dipimpin oleh Sanuki Praktikno, Kepala Sub Bidang Pendayagunaan dan Diseminasi Hasil Penelitian Puslibanghortikultura dan didukung oleh Peneliti Balithi, E. Dwi Sulistya Nugroho, SP, M.Si, berhasil melakukan wawancara dengan orang nomor satu di Kabupaten itu. Pak H. Wihaji, S.Ag, M.Pd adalah bupatinya, dengan segala kesederhanannya beliau sangat antusias menerima tim jelajah.

 

Bupati yang baru bertugas 16 hari itu, sangat kagum dengan keberhasilan yang telah dicapai oleh KWT Makmur itu. Dia berkali-kali menyampaikan ucapan terima kasih buat Pak Menteri Pertanian dengan adanya  kebun krisan yang dibangun bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Batang yang saat ini telah menjadi usaha masyarakat.

 

Perbedaan

 

Bagi umat muslim yang ada di kabupaten Batang, nama Desa Wonobodro, Kecamatan Blado mungkin tidak asing. Di desa ini ada sebuah makam Wali Allah bernama Syekh Maulana Maghribi yang pada bulan-bulan tertentu seperti bulan Muharam banyak dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah. Ribuan pengunjung melakukan berbagai aktivitas keagamaan di makam tersebut. Seperti lazimnya di kawasan wisata religi, masyarakat yang ada didaerah itu mendapatkan berbagai penghasilan. Ada yang menjual cindera mata, dan ada yang menjajakan berbagai pangan olahan ada juga yang menyediakan jasa lainnya.

 

Begitu juga dengan keberadaan KWT yang saat ini tengah menggeluti krisan, semula mereka banyak terlibat juga menyediakan dagangan kepada peziarah ke makam tersebut. Namun, tentunya penghasilan yang mereka dapatkan tidak bisa dinikmati sepanjang waktu, tetapi hanya pada bulan-bulan tertentu saja.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162