Loading...

Urea Impor Menohok Pabrik Pupuk

09:48 WIB | Wednesday, 07-December-2016 | Editorial, Editorial | Penulis : Ahmad Soim

Pabrik pupuk dalam negeri dalam kondisi bahaya. Membanjirnya pupuk urea impor sebagai tandanya.  Pupuk urea impor semakin banyak digunakan oleh perusahaan perkebunan, terutama perkebunan sawit. Faktor pendorongnya adalah selisih harga yang lebar dibanding pupuk urea non subsidi dari dalam negeri.

 

Data Biro Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan volume impor urea pada Januari Oktober 2016 telah melebihi 570.231 ton, naik hampir lima kali lipat dibandingkan dengan volume total impor sepanjang 2015 yang hanya 95.000 ton.

 

Dampak langsung dari membanjirnya pupuk urea impor, stok urea di pabrik milik PT Pupuk Indonesia (Persero) per September sudah mencapai 1,37 juta ton jauh di atas ketentuan stok minimal sebanyak 292.137 ton.

 

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa industri pupuk dalam negeri yang diperankan BUMN memang dalam bahaya besar. Pupuk urea dari pabrik pupuk BUMN tidak mampu bersaing dengan urea impor karena selisih harga. Saat ini, urea impor dipasarkan di Tanah Air pada kisaran harga U$ 200 per ton, sedangkan harga pokok produksi urea oleh produsen nasional pada kisaran US $ 240 per ton, dengan harga gas U$ 6 per MMBtu.

 

Faktor utamanya adalah selisih harga gas, yang merupakan bahan baku yang berkontribusi atas 70% biaya produksi pupuk. Bukan karena tidak efisien dalam proses produksinya. Harga gas yang pas adalah  US$ 3 per MMBTu. Atau  harga gasnya paling tidak menggunakan formula yang disesuaikan dengan harga urea global.

 

Indonesia termasuk negara yang memiliki sumberdaya alam gas yang melimpah. Yang harus dibangun Indonesia adalah infrastruktur untuk mendistribusikan gas, sehingga pabrik-pabrik pupuk Indonesia bisa menikmati gas dengan harga yang murah.

 

Kondisi ini, terutama harga gas untuk pabrik pupuk yang masih mahal ini tidak boleh dibiarkan. Kalau dibiarkan,  pabrik pupuk BUMN bisa tutup sebagaimana Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Aceh. Bila tidak ada pabrik pupuk di dalam negeri, maka pupuk urea bisa sangat mahal dan suatu saat akan membahayakan produksi dan ketahanan pangan nasional.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162